JogjaUpdate.com ~ Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta Prodi Ilmu Komunikasi melalui mata kuliah Proyek Sosial sukses menyelenggarakan program Ketoprak “Kelas Total Praktek” berupa edukasi fotografi unik dan kompetisi kreatif.
Dalam rilis yang disampaikan 6 November 2025, Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta Prodi Ilmu Komunikasi kelas 23IK05 melalui mata kuliah Proyek Sosial sukses menyelenggarakan program Ketoprak “Kelas Total Praktek”, sebuah rangkaian kegiatan yang menggabungkan edukasi fotografi hingga kompetisi kreatif. Acara ini diinisiasi oleh tim Roodjiewigen dengan dukungan pembimbing Erfina Nurussa’Adah, S.Kom.I., M.I.Kom.
Mengusung tema “Bukan Sekadar Cekrek” dan tagline “Biar Ga Asal Cekrek”, kegiatan ini menyoroti rendahnya pemahaman siswa terhadap proses teknis dan mental sebelum memotret. Banyak siswa di SMAN 2 Banguntapan yang selama ini “asal menekan tombol”, kemudian merasa dirinya tidak berbakat setelah hasilnya kurang memuaskan. Program ini dirancang untuk membangun kesadaran bahwa fotografi bukan hanya hasil akhir, melainkan proses yang penuh pertimbangan.
Acara dibuka dengan sambutan dari pihak sekolah dan dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan kepada pemateri dari Hisfa Yogyakarta, serta sponsor Gudang Digital. Sesi utama berupa penyampaian materi fotografi dibawakan dengan pendekatan praktis, dilengkapi kuis interaktif yang menambah antusiasme para peserta.
Setelah pemaparan materi dan diskusi, peserta mengikuti Lomba Fotografi serta Lomba Snapgram Photobooth yang menggunakan gerobak ketoprak asli sebagai latar nyentrik. Tidak hanya kreatif, konsep ini sekaligus menjadi ciri unik acara. Penjurian dilakukan langsung setelah lomba, disertai sesi berbagi proses antara juri dan peserta untuk mendorong refleksi terhadap hasil karya masing-masing.
Melalui kegiatan ini, para siswa memperoleh pemahaman baru mengenai bagaimana mengontrol hasil foto, mengenali faktor-faktor yang memengaruhi kualitas gambar, serta mengubah rasa minder menjadi energi kreatif. Hasil karya peserta menjadi tolak ukur kemampuan mereka, sementara pemenang memperoleh penghargaan sekaligus validasi atas potensi yang dimiliki.
Selain berlangsungnya coaching clinic dan kompetisi, tim Roodjiewigen juga memproduksi company profile untuk SMAN 2 Banguntapan sebagai bagian dari kontribusi sosial mereka. Upaya ini menjadi bentuk nyata kerja mahasiswa dalam memberikan manfaat bagi mitra kegiatan.
Acara ditutup dengan sesi awarding dan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah, kolaborator, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Program Ketoprak “Kelas Total Praktek” diharapkan dapat meninggalkan kesan mendalam serta mendorong tumbuhnya budaya fotografi yang lebih sadar proses dan kreatif di lingkungan sekolah.




