Senin, 15 September 2025

Rocket Padel Dibuka, Terinspirasi Dari Tiktok



 Awalnya mengenal Padel lewat TikTok. Banyak artis yang memainkannya, terlihat fun sekaligus menantang. Peluang bukan hanya kesehatan, tapi juga pariwisata, itulah yang melahirkan Rocket Padel di Yogyakarta

Olah raga Padel menjadi gaya hidup masyarakat urban. Olah raga raket perpaduan tenis dan squash sedang naik daun di Indonesia, klub-klub padel bermunculan, menggelar turnamen, latihan bersama, hingga pelatihan teknik. Jumlah lapangan Padel-pun tumbuh di mana-mana, tidak terkecuali di Yogyakarta.

Padel juga dikenal sebagai salah satu cabang olahraga modern dan kini menjadi magnet baru sport tourism, yang memadukan aktivitas fisik dengan potensi wisata. Banyak artis yang memainkannya, terlihat fun sekaligus menantang. 



“Awalnya saya mengenal Padel lewat TikTok. Banyak artis yang memainkannya, terlihat fun sekaligus menantang. Setelah mendalami, saya melihat potensi besar, bukan hanya dari sisi kesehatan, tapi juga pariwisata yang melahirkan Rocket Padel di Yogyakarta,” ujar Nurul Atik, pendiri Rocket Padel sekaligus CEO PT Rocket Chicken Indonesia.

Rocket Padel sendiri dibangun dengan standar internasional, menawarkan tiga lapangan indoor dengan pencahayaan LED, lounge nyaman, ruang ganti modern, toko perlengkapan resmi, kafe sehat, mushola hingga area parkir luas.

Konsep Rocket Padel tak hanya arena olahraga, melainkan juga ruang gaya hidup baru bagi komunitas, keluarga, dan wisatawan.



Peresmian Rocket Padel berlangsung meriah pada Sabtu (13/9) di Rocket Convention Sidomoyo, Godean, Sleman, dihadiri oleh tokoh penting seperti Bupati Sleman Harda Kiswaya dan RM Gustilantika Marrel Suryokusumo, Ketua PBPI DIY.

PBPI (Perkumpulan Besar Padel Indonesia) Yogyakarta sebagai induk olah raga Padel di Yogyakarta diresmikan setahun terakhir tetapi 2 atlet asal Yogyakarta berhasil lolos ke tahap seleksi Tim Nasional Padel Indonesia. Jika melangkah ke tahap berikutnya, mereka akan membela Indonesia di kancah internasional.

“Meski PBPI DIY baru berdiri setahun terakhir, kami sudah bisa mengirim atlet ke level nasional. Ini bukti bahwa Yogyakarta punya energi besar untuk mengembangkan padel. Yang dibutuhkan sekarang adalah ekosistem sehat agar olahraga ini tumbuh pesat,” kata Mas Marrel, sapaan akrab RM Gustilantika Marrel Suryokusumo.




Padel dijadwalkan menjadi salah satu nomor yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 dan Olimpiade 2032 di Brisbane, Australia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar