Jumat, 14 Juni 2024

Sekolah Alam Pacitan Terpilih Untuk 10 Penghargaan Sekolah Terbaik Dunia

Sekolah Alam Pacitan telah masuk dalam daftar 10 World's Best School Prizes (WBSP) untuk kategori environmental action . Sekolah Alam Pacitan adalah satu-satunya sekolah di Indonesia yang masuk dalam nominasi kategori ini.

Sekolah Alam Pacitan adalah sekolah pertama di Kabupaten Pacitan dengan pendidikan lingkungannya, yang bertujuan untuk memerangi krisis iklim dan melaksanakan pengajaran dan kegiatan pembelajaran terpadu berbasis alam, kearifan lokal, dan membangun karakter peduli lingkungan seluruh warga sekolah, dan hal ini telah menarik perhatian para juri World's Best School Prizes (WBSP).

World's Best School Prizes (WBSP), sebuah inisiatif dari T4 Education di Wales - Inggris, adalah penghargaan dunia di bidang pendidikan paling bergengsi. Penghargaan ini diadakan untuk berbagi praktik terbaik sekolah yang mengubah kehidupan siswanya dan membuat perbedaan nyata bagi komunitasnya.

Sekolah Alam Pacitan memiliki konsep pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, eksploratif, dan berkarakter peduli lingkungan. Kepala Sekolah Alam Pacitan bapak Bangun Naruttama berpendapat, bahwa selain kegiatan belajar mengajar, pendidikan juga mempunyai peran penting sebagai agen perubahan, memiliki tanggung jawab untuk peduli terhadap lingkungan, memiliki peran bersama pemerintah dalam mengembangkan program pemerintah seperti kesehatan, lingkungan, budaya, pariwisata, ketahanan iklim, SDGs, dan nasionalisme.


Aksi lingkungan di Sekolah Alam Pacitan merupakan program komprehensif yang mencakup pengajaran dan pembelajaran berbasis dan terintegrasi pendidikan lingkungan, melibatkan seluruh warga sekolah, komunitas masyarakat bahkan pemerintah dalam setiap kegiatan berbasis pelestarian lingkungan, sampai pada kegiatan pembiasaan warga Sekolah Alam Pacitan yang membentuk karakter peduli lingkungan.

Upaya Sekolah Alam Pacitan dalam kegiatan peduli lingkungan ini telah banyak menorehkan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Sekolah Alam Pacitan sudah menjadi sekolah adiwiyata mandiri pada tahun 2017 dan termasuk salah satu sekolah berketahanan iklim di Indonesia. Penghargaan Asia Tenggara yaitu juara 1 dalam kegiatan waste hero yang diadakan oleh SEAMEO Japan Award dan aksi lingkungan terbaik dalam mengatasi global warming yang diadakan oleh British Council Inggris.



Sekolah yang dipilih oleh World's Best School Prizes (WBSP) akan diundang untuk berbagi praktik terbaik mereka melalui acara di aplikasi Komunitas T4 atau Perangkat Transformasi Sekolah yang menampilkan “saus rahasia” mereka pada pendekatan inovatif dan petunjuk langkah demi langkah tentang bagaimana sekolah lain dapat meniru metode mereka untuk membantu meningkatkan pendidikan dimana-mana.

Kamis, 11 April 2024

Bethesda Fun Run, Ajak Masyarakat Sehat dengan Olahraga Lari

 YOGYAKARTA - Untuk kali pertama, Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta menggelar event lari bertajuk Bethesda Fun Run 2024 yang akan diselenggarakan 26 Mei mendatang bertepatan dengan HUT ke-125. Event yang digelar untuk mengajak masyarakat bergaya hidup sehat ini diharapkan bisa mengundang ribuan pelari dari berbagai daerah untuk hadir merasakan rute 5K dan 10K di Kota Yogyakarta. 

Direktur Utama RS Bethesda Yogyakarta, dr Purwoadi Sujatno Sp. PD MPH mengatakan tahun ini rumah sakit yang berada di Jalan Jendral Sudirman Kota Yogyakarta sudah berusia 125 tahun dengan pengabdian dari generasi ke generasi masyarakat. Selain berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mengobati yang sakit, Bethesda ingin mengajak sesama untuk hidup sehat dengan berolahraga. 



"Alasan ini yang kemudian menginisiasi kami untuk membuat Bethesda Fun Run 2024, yang harapannya bisa mengajak ribuan pelari dari berbagai usia untuk ikut dan hidup sehat. Olahraga lari saat ini sedang diminati, sehingga kami ingin menangkap momen ini untuk sekaligus mengenalkan Bethesda kepada masyarakat khususnya generasi muda," ungkapnya dalam konferensi pers, Senin (8/4/2024). 

dr Eddy Gunawan, Ketua Penyelenggara Bethesda Fun Run menambahkan dalam event Bethesda Fun Run, peserta akan diajak menjelajah rute 5 kilometer dan 10 kilometer di kawasan Kota Yogyakarta. Start dan finish akan mengambil lokasi di Jalan Sudirman yang kini menjadi salah satu kawasan ikonik dengan tampilan kekinian. 

"Target kami paling tidak ada 2 ribu peserta yang ikut berpartisipasi. Kami sengaja membuat event ini dengan harga terjangkau yakni Rp 150 ribu dan Rp 175 ribu, namun dengan kemasan yang baik dan fasilitas lengkap. Harapannya semua kalangan bisa menjangkau dan ikut sehat bersama," sambung dr Eddy. 

Di sisi lain Bethesda Fun Run akan menjadi ruang expo produk-produk rumah sakit yang dahulu bernama Petronella ini. Akan ada pula banyak edukasi hidup sehat dari dokter-dokter berpengalaman sebagai upaya preventif pencegahan penyakit. 

"Kami ingin anak-anak muda yang masih aktif juga aware dengan kesehatan, tidak harus menunggu sakit. Salah satunya dengan lari ini, bisa membudayakan gaya hidup sehat setiap hari," tandasnya. 

Sementara, Dian Isnawati, Race Director Bethesda Fun Run menambahkan meski dengan harga pendaftaran yang bisa dijangkau semua kalangan, namun event ini tetap memberikan banyak benefit untuk peserta. Para peserta baik 5K maupun 10K mendapatkan jersey, medali finisher dan refreshment. 

"Akan banyak juga doorprise menarik saat acara. Kami ingin memberikan pengalaman berharga bagi para peserta, bagaimana berlari seru di rute asyik Kota Yogyakarta dengan start dan finish salah satu jalan protokol ikonik di Jogja," sambungnya.

Selasa, 02 April 2024

Kolaborasi dalam Menghadapi Krisis Iklim: PKBI Cabang Sleman dan Komunitas Disabilitas

Sleman, 31 Maret 2024 - PKBI Cabang Sleman telah menginisiasi sebuah langkah baru yang bertujuan untuk memberikan dukungan kepada komunitas disabilitas di Kalurahan Wonokerto, Turi, Sleman. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya yang dilakukan untuk mencapai keadilan iklim, khususnya bagi perempuan dan disabilitas. Sebagai bagian dari program ini, PKBI Cabang Sleman telah menyalurkan bantuan peralatan bengkel kepada komunitas disabilitas tersebut.



Krisis iklim yang sedang berlangsung tidak hanya berdampak pada lingkungan, namun juga menimbulkan krisis kemanusiaan yang serius. Peristiwa cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi telah mengakibatkan dampak langsung bagi kehidupan manusia. Krisis ini tidak hanya meningkatkan kerentanan kelompok rentan seperti komunitas disabilitas, tetapi juga memperparah kekurangan yang sudah ada dalam masyarakat. Contohnya, gagal panen akibat cuaca ekstrem dapat memperburuk kemiskinan di desa, sementara kelompok yang kekurangan akses air bersih semakin menderita akibat kemarau yang berkepanjangan.



Eko Wahyudi, pemerintah Kalurahan Wonokerto, menyampaikan harapannya, "Para disabilitas tidak boleh patah semangat, karena mereka memiliki kelebihan dan potensi yang dapat dikembangkan. Kami selalu menyediakan bantuan dari berbagai pihak dan pemerintah agar disabilitas dapat mandiri."



Direktur eksekutif PKBI Cabang Sleman, Ramadhani Tareq Kemal, menekankan pentingnya kolaborasi dengan komunitas disabilitas dan perempuan Wonokerto dalam menjalankan kegiatan bersama. "Situasi perubahan iklim harus diadaptasi dengan baik dan tidak boleh memperburuk keadaan. Salah satu inisiatif yang kami lakukan adalah pendirian bengkel terpadu ini untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses reparasi kendaraan bermotor secara rutin, terutama mereka yang memiliki kebutuhan spesifik seperti sepeda roda tiga," ujarnya.



Dukungan atas program ini juga datang dari Kadinsos Kabupaten Sleman Bapak Mustadi S.Sos, MM, yang menyatakan harapannya agar program ini memberikan manfaat yang nyata bagi komunitas disabilitas dan masyarakat secara keseluruhan. Pemerintah Kabupaten juga siap memberikan bantuan pasca pelatihan, termasuk bantuan modal, untuk pengembangan program ini.



Program ini melibatkan pemberdayaan berbagai kelompok rentan, termasuk kelompok disabilitas, melalui perlindungan sosial, rehabilitasi, dan pemberdayaan. Dinas Sosial akan terus memfasilitasi kelompok ini dan menggandeng Baznas untuk pengembangan lebih lanjut.


PKBI Cabang Sleman, bersama dengan komunitas disabilitas, berkomitmen untuk terus menjalankan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Upaya ini bukan hanya bagian dari strategi mitigasi dan adaptasi terhadap krisis iklim, tetapi juga sebagai peringatan bahwa krisis iklim adalah masalah kemanusiaan yang harus diatasi dengan serius

Sabtu, 02 Maret 2024

Novel Titian Tak Bertepi Karya Nadia Maharani

 Nadia Maharani, seorang gadis ber zodiak Sagitarius dari kota Yogyakarta, kelahiran 3 Desember 2004, saat ini sedang menuntut ilmu di Jurusan Ilmu Komunikasi Interansional di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Merupakan anak ke dua dari pasangan Ir. Bambang Widhyo Sadmo, MT dengan Rima Widiana yang menyalurkan bakat seninya di dunia menulis dengan menerbitkan novel perdananya yang berjudul Titian Tak Bertepi.



Nadia adalah merupakan adik dari Nabila Maharani, yang merupakan salah satu artis penyanyi yang banyak

dikenal masyarakat dengan beberapa single hitnya. Selama ini Nadia banyak dikenal sebagai konten creator di

media sosial, baik youtube, tiktok maupun instagram.

Bakat Nadia menulis sudah terlihat sejak masih duduk di bangku SMA dengan sering menulis cerita di diary

pribadinya, dan kegemarannya untuk bercerita.

Saat ini Nadia memulai untuk mendokumentasikan dan memvisualkan tulisan-tulisannya dalam bentuk novel

melalui support dari manajemen Trisna Indo Digital, akhirnya karya Nadia Maharani ini bisa dipublikasikan.



Dari sekian banyak tulisan yang pernah dibuat, untuk release pertama, Nadia memilih sebuah karyanya yang

berjudul Titian Tak Bertepi untuk diangkat menjadi sebuah novel, dan dikolaborasikannya juga dengan karya lagu

melalui support Nabila Maharani dan suaminya Tri Suaka dengan judul Titian Tak Bertepi yang release di channel

youtube Trisna Music, sebuah chanel youtube yang menyuguhkan karya-karya Tri Suaka dan Nabila Maharani.



“Selain dalam bentuk buku novel dan lagu, karya ini juga diangkat dalam sebuah short movie berjudul Titian Tak

Bertepi “ jelas Nadia Maharani saat jumpa pers di kantor Trisna Manajemen, tanggal 1 Maret 2024.

Novel dengan tebal 208 halaman ini adalah merupakan novel fiksi percintaan yang bercerita tentang dinamika

hubungan percintaan sepasang kekasih. Alur cerita yang dibangun cukup dapat mengaduk perasaan pembaca,

melalui penokohan karakter-karakter antagonis maupun protagonis serta penggambaran kejadian-kejadian seru

secara natural.



Secara umum, membaca novel ini terasa nyaman dan kita serasa terbawa ke sebuah alur cerita yang mengalir

sangat bagus. Dan banyak makna serta nilai yang terungkap dalam novel ini yang bisa menjadi pelajaran

kehidupan, sehingga sangat direkomendasikan bagi penggemar novel untuk membaca novel ini.

Nadia menambahkan bahwa makna dari Titian Tak Bertepi adalah penggambaran tentang jalan sebuah

perjuangan yang sangat berliku dan selalu menghadirkan dinamika yang seolah tanpa henti, dan hanya dengan

sebuah keyakinan bahwa di ujung jalan perjuangan tersebut terdapat cahaya terang berupa keberhasilan.

Novel ini diproduksi di tahun 2024 ini oleh CV. Trisna Indo Digital dan dapat dimiliki melalui beberapa digital

market yang ada.

PKBI DIY Memperkuat Komitmen terhadap Kesehatan Reproduksi dan Seksual melalui Musyawarah Daerah XVII

 Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PKBI DIY) telah sukses menyelenggarakan Musyawarah Daerah XVII pada hari Kamis - Jumat, 29 Februari - 1 Maret 2024. Acara tersebut bertujuan untuk menetapkan pengurus baru serta memperkuat komitmen organisasi terhadap pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) di DIY.





Dalam kegiatan ini, juga disampaikan laporan pertanggungjawaban Pengurus Daerah Periode 2018 - 2024 mengenai kerja-kerja yang telah dilakukan selama 5 tahun terakhir. Selain itu, melalui Musda ini, telah ditetapkan Rencana Strategis Daerah serta Kebijakan Organisasi yang akan menjadi pedoman bagi PKBI DIY dalam periode kepengurusan yang baru.


PKBI DIY, yang telah berdiri selama lebih dari empat dekade, terus berperan aktif dalam memajukan gerakan keluarga berencana dan memperjuangkan hak-hak kesehatan reproduksi dan seksual di tengah masyarakat. Dengan mengusung visi terwujudnya keluarga dan masyarakat yang bertanggung jawab dan inklusif, PKBI DIY telah menjalankan berbagai program dan inisiatif, baik secara mandiri maupun bekerjasama dengan pemerintah, akademisi, dan pihak swasta.



Musyawarah Daerah ini menjadi momentum penting bagi PKBI DIY untuk meneguhkan komitmen dalam menyediakan layanan kesehatan reproduksi dan seksual yang komprehensif, profesional, dan inklusif bagi masyarakat. Salah satu fokus utama organisasi ini adalah memperkuat partisipasi remaja, mengatasi tantangan kekerasan seksual, mendorong terwujudnya tatanan yang inklusif, memberikan pemenuhan HKSR, serta merespons perubahan iklim yang berdampak pada kesehatan reproduksi.


Dalam Musyawarah Daerah yang dilaksanakan, dipilihlah pengurus baru yang akan memimpin PKBI DIY untuk Periode Kepengurusan 2024 - 2027. Susunan pengurus baru yang terpilih adalah sebagai berikut:


Ketua: Budhi Hermanto

Wakil Ketua I Bidang Program Strategis: Nurul Sa'adah 

Wakil Ketua II Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Relawan: Kurniawan Adi Saputro

Wakil Ketua III Bidang Mobilisasi Sumber Daya Organisasi: Elvita Dewi

Wakil Ketua IV Bidang Remaja dan Inklusi Sosial: Adinda Putri

Wakil Ketua V Bidang Riset dan Kerja Sama Perguruan Tinggi: Ainun Mutmainnah

Sekretaris: Rindang Farikhah

Wakil Sekretaris I: Febryanti Putri Khatulistiwa 

Wakil Sekretaris III: Ambar Sri Wardani

Bendahara: Rully Malay

Wakil Bendahara: Faiz Rahmatullah Nugroho


Dalam kesempatan ini, Ketua terpilih, Budhi Hermanto, menekankan pentingnya kehadiran PKBI DIY dalam berbagai komunitas rentan dan kelompok yang dimarginalkan. "Masih banyak masyarakat saat ini yang merasa tabu dalam membicarakan isu-isu kesehatan seksual dan reproduksi. Hal ini menjadi hambatan dalam upaya memberikan edukasi dan layanan yang diperlukan," ujarnya.


Budhi, mengharapankan PKBI DIY dapat benar-benar menjadi Perkumpulan yang istimewa melalui kerja-kerjanya. Dalam hal ini, PKBI DIY juga perlu merespon isu-isu terkini, seperti isu kesehatan mental pada anak muda.


"DIY memiliki problem serius dalam kesehatan mental. Sepanjang tahun 2023, telah tercatat setidaknya 36 kasus bunuh diri, dengan 3 kasus terjadi pada remaja di bawah usia 20 tahun dan 14 kasus pada usia 20 - 40 tahun."


Melalui Musyawarah Daerah ini, PKBI DIY berkomitmen untuk menjadi organisasi yang lebih proaktif dan responsif dalam memperjuangkan hak-hak kesehatan reproduksi dan seksual bagi semua kalangan masyarakat, serta berperan aktif dalam mewujudkan visi bersama untuk keluarga dan masyarakat yang bertanggung jawab dan inklusif.


Hadir pula Pengurus Nasional PKBI, Ichsan Malik, yang memaparkan peran penting PKBI DIY dalam memenuhi hak-hak kesehatan seksual dan reproduksi, terutama pada kelompok rentan dan dimarginalkan. Ichsan Malik menekankan bahwa PKBI DIY, dengan seluruh keistimewaannya, memiliki peran sebagai pelopor untuk memastikan setiap individu memiliki akses yang setara terhadap layanan kesehatan reproduksi dan seksual, tanpa terkecuali.


"PKBI DIY dengan seluruh keistimewaannya ini, di mana hanya PKBI DIY menjadi satu-satunya daerah yang memiliki eksekutif sampai pada level Cabang, memiliki komitmen yang kuat untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat, khususnya dalam hal pemenuhan hak-hak kesehatan reproduksi dan seksual. Kami percaya bahwa keadilan dalam hal ini harus menjadi prioritas utama," ungkap Ichsan Malik.


Dengan adanya dukungan dari Pengurus Nasional PKBI dan semangat yang tinggi dari PKBI DIY, diharapkan upaya-upaya untuk memajukan kesehatan reproduksi dan seksual di DIY dapat terus ditingkatkan, sehingga masyarakat dapat menikmati kesehatan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan.


Kamis, 29 Februari 2024

Nyadran Ageng Panembahan Cokrowesi

 



Perayaan Nyadran biasa dilakukan masyarakat Yogyakarat menjelang bulan suci Ramadan. Mengirim doa bagi leluhur menjadi acara rutin dan tradisi turun temurun. Begitupun Nyadran di Pedukuhan Bakal Pokok Kalurahan Argodadi. Nyadran di Pedukuhan Bakal Pokok ini terhitung menarik karena terdapat satu situs warisan budaya yang terdapat di dusun tersebut. Situs tersebut adalah makam Panembahan Cokrowesi. “Panembahan Cokrowesi adalah ulama keturunan Brawijaya V sekaligus cucu Sunan Kalijaga dari jalur ibundanya. Ayahnya adalah Panembahan Bodho yang merupakan ulama penyebar agama Islam di daerah Bantul dan masih keturunan Majapahit. Beliau adalah cicit Prabu Brawijaya V alias Raden Trenggono yang merupakan putra Raden Kusen seorang Adipati Terung. Raden Kusen sendiri merupakan putra Raden Aryo Damar yang beristri Dewi Dwarawati, sedangkan raden Aryo Damar merupakan Putra Prabu Brawijaya V raja Majapahit.”  tutur Bapak Sujirwan selaku pengurus makam dan ketua  panitia Nyadran Ageng Panembahan Cokrowesi. 



Nyadran Ageng ini sengaja digelar setiap tahun dan ditingkatkan kwalitasnya untuk mempromosikan keberadaan situs makam penyebar agama islam tersebut. “Acara Nyadran ageng ini akan dilaksanakan pada tanggal 2 dan 3 Februari 2024 yang berlokasi di areal makam Panembahan Cokrowesi di Pedukuhan Bakal Pokok. Tanggal 2 malam akan digelar acara kesenian, yakni kesenian religi Khadisiswo dari Pedukuhan Sungapan Dukuh yang akan dilaksanakan mulai jam 20.00 WIB di lapangan Volly selatan makam Panembahan. Sedangkan di pagi harinya mulai jam 08.00 akan diadakan kirab budaya yang membawa gunungan apem dan uba rampe lain dari masjid Panembahan Cokrowesi menuju makam. Kirab budaya ini akan melibatkan seluruh unsur masyarakat di pedukuhan Bakal Pokok. Kirab akan menempuh jarak kurang lebih 1 KM. sesampai dimakan gunungan apem yang dibawa oleh peserta akan didoakan dan dibagi untuk warga. Selanjutnya acara dilokasi amakan akan diisi dengan kesenian hadroh dan pengajian oleh ustad Sarkowi.”  Imbuh Pak Jirwan.



Pak Semidi Marta sebagai sesepuh budaya Kalurahan Budaya Argodadi menyampaikan ; “Selain sebagai acara kirim doa, Nyadran ini adalah peristiwa budaya yang didukung oleh masyarakat dan tentu oleh Disbud Bantul. Tahun ini Nyadran Ageng Panembahan Cokrowesi mendapatkan penghargaan ‘Adat dan Tradisi Nyadran’ sebagai upacara adat yang lestari dan dikelola dengan baik, sehingga dinas kebudayaan Kabupaten Bantul merasa perlu memberikan apresiasi terhadap peristiwa tersebut. Saya juga mengajak kepada seluruh masyarakat umum untuk ikut dalam acara tersebut, sehingga acara tradisi nyadran ini tetap bergairah dan lestari.” tutup pak Semidi.



Tempat berlangsungnya Nyadran Ageng Panembahan Cokrowesi berada di Pedukuhan Bakal Pokok, Kalurahan Argodadi Sedayu Bantul. Warga berharap acara ini akan didatangi banyak orang sehingga dapat menjadi sarana hiburan dan dapat memberi efek ekonomi bagi masyarakat.

Senin, 05 Februari 2024

Warung Codot

 

Warung Codot - GoogleMaps


Tongseng Codot - foto: Umi Nur Khasanah, GoogleMaps