Selasa, 06 Agustus 2024

KOTABARU HERITAGE FILM FESTIVAL 2024

 

Yogyakarta, 1 Agustus 2024Komitmen Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta untuk pelestarian warisan budaya kembali hadir melalui Kotabaru Heritage Film Festival yang akan digelar pada tanggal 9-11 Agustus 2024 di Grha dan Lapangan SMA 3 Yogyakarta.

Diselenggarakan tiap tahun di Kawasan Cagar Budaya Kotabaru di Kota Yogyakarta, Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) adalah platform penting di Kota Yogyakarta yang menjadi titik temu perayaan warisan budaya melalui film. Festival ini dirancang sedemikian rupa untuk membentuk persepsi masyarakat masa kini dan masa depan melalui artefak dan arsip dari masa lalu.



Festival yang pernah sukses diadakan di tahun 2023 ini tidak hanya membidik audiens para pecinta film saja, namun juga masyarakat umum dengan hiburan yang membawa kita seakan masuk ke mesin waktu di era tahun 1960 hingga 1980’an. Adapun program yang akan dilangsungkan adalah : Pemutaran dan Kompetisi Film, Pameran Cerita Film “Sinema Berlabuh di Jogja”, Pasar Kobar, Sinema Berdansa, Public Lecture serta Lokakarya.

Warisan budaya selalu menjadi tongkat estafet antar generasi, ada yang terpelihara dengan baik meski banyak pula yang tidak. Film memainkan peran penting dalam menjaga dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya warisan budaya. Melalui film, upaya pelestarian ini tidak hanya memperkuat ikatan antara masa kini dan masa depan, namun juga membentuk warisan memori kolektif yang penting untuk dicatat.



KHFF menerima 171 karya film yang dipilih untuk berbagai program pemutaran termasuk kompetisi. Peserta meliputi pelajar, umum hingga Pemerintah Daerah dari seluruh Indonesia. KHFF tahun ini juga bekerja sama secara internasional dengan Thai Film Archive dari Thailand untuk memperkaya perspektif warisan budaya dari kawasan Asia.

Setiap film yang masuk seleksi masing-masing menawarkan pandangan unik tentang warisan budaya. Dari semua karya yang masuk, kami mendapatkan pelajaran berharga : warisan budaya tidak pernah tumbuh dalam isolasi, melainkan selalu berkembang melalui keterbukaan dan interaksi.

Minggu, 28 Juli 2024

Kagumi Perubahan Malioboro, Puluhan Warga Kirim Surat dan Kartu Pos ke Disbud Kota Jogja

Perubahan wajah kawasan Malioboro pasca penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) beberapa tahun terakhir nampaknya mengundang kekaguman masyarakat dan wisatawan. Pengalaman yang berkesan selama berada di ikon Kota Yogyakarta bahkan mereka tuangkan dalam surat dan kartu pos yang mereka kirimkan ke Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. 



Pengirim pesan terbubuh cap pos Jakarta atas nama Juan.  menyampaikan "Setiap bawa rombongan ke Jogja, selalu minta ke Malioboro. Bangga dengan Malioboro yang selalu bersolek secara dinamis. Tetap memegang teguh nilai-nilai luhur Kota Yogya lintas generasi. Tabik!".


Hal senada disampaikan pengirim yang menyebut irinya seseorang yang pernah tinggal di Jogja. Pengirim kartu pos ini menyampaikan "Bagiku, nama Malioboro menjadi tempat yang paling iconic untuk Yogyakarta. Banyak cerita terekam di sepanjang sudut indahnya. Meskipun wajah Malioboro selalu bertransformasi, tetapi rasa yang sama selalu menggetarkan hati. Hiduplah selalu Malioboro. Dalam Kota Jogja dalam hati kita."




Sedangkan pengirim atas nama Annisa menyampaikan "Jajan Lesehan di Teras Malioboro". 


Pengirim kartu pos atas nama Na mengungkapkan "Hi, Malioboro. Apa kabarmu hari ini ? Terimakasih sudah menemaniku dari jaman SD. Kamu selalu jadi penghibur disaat suntuk meski cuman sekedar ngukur jalan. Tetaplah menjadi ruang yang dirindukan dan menyenangkan untuk semua. I love you full Malioboro."



Ghea Anissah Mahasiswa UGM menuliskan pesan "Jogja tanpa Malioboro bagai  langit tanpa bintang kurang satu, tak sempurna"


Sementara Surat dari Andi terkirim dari Banyuraden mengungkapkan "Tidak pernah bosan untuk jalan-jalan di Malioboro. Apalagi malem. Suasananya itu ngangenin. Sekarang tampilannya lebih ciamik dan syahdu pol. Banyak tempat duduknya juga."


Mengetahui hal ini, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti cukup terkejut datangnya pesan secara bertahap dan  menyampaikan terimakasih pada warga yang sudah mengapresiasi penataan Malioboro sebagai kawasan Sumbu Filosofi. Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda oleh UNESCO, penataan Malioboro memang perlu dilakukan, termasuk pedagang yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Malioboro.


"Kami terus berbenah untuk Malioboro untuk meningkatkan pelayanan yang terbaik tentunya hal ini di butuhkan doa dan dukungan Masyarakat semua" pungkas Yetti Martanti. 

Minggu, 21 Juli 2024

Solidaritas untuk PKBI "Kesehatan Reproduksi Bagian Dari Saya dan Akan Kami Perjuangkan Selamanya"

 


Peristiwa penertiban paksa kantor Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) di Jalan Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 10 Juli 2024, menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat. Operasi yang melibatkan gabungan personel Satpol PP, TNI, Polri, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar, dan Dinas Perhubungan ini menunjukkan tindakan yang tidak mengindahkan sejarah panjang PKBI sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pertama yang mempelopori gerakan Keluarga Berencana (KB) dan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia.

Sejak didirikan pada tahun 1957, PKBI telah memainkan peran penting dalam mendirikan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan kini PKBI telah beroperasi di 26 provinsi dan 249 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Kejadian ini memicu berbagai reaksi, mulai dari empati dan dukungan hingga pertanyaan tentang konflik antara PKBI dan lembaga pemerintah terkait kesehatan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan diskusi ini, Ichsan Malik, Ketua Pengurus Nasional PKBI, dengan tegas menyatakan bahwa secara hukum, kantor PKBI itu statusnya non-executable. "Tidak boleh dieksekusi. Kenapa? Karena Depkes (Departemen Kesehatan) hanya memiliki hak pakai," ungkap Malik. Pernyataan ini menyoroti kesalahan prosedural dalam penertiban tersebut dan menggarisbawahi ketidakadilan yang dialami oleh PKBI.

Solidaritas dan Komitmen


Dalam diskusi publik bertema "Kesehatan Reproduksi Bagian Dari Saya dan Akan Kami Perjuangkan Selamanya" yang diselenggarakan oleh PKBI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai respons terhadap penggusuran tersebut, pentingnya solidaritas dan kolaborasi dalam upaya mempertahankan hak-hak kesehatan seksual dan reproduksi menjadi sorotan utama. Diskusi ini dihadiri oleh narasumber dari berbagai organisasi yang mendukung PKBI, termasuk Siklus Indonesia, SAPDA, LBH Yogyakarta, WALHI, dan P3SY.

Nurul Sa'adah dari SAPDA mengungkapkan sebuah pengalaman nyata mengenai pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi. "Pada tahun 2017, ada 17 anak SLB yang hamil bersamaan. Waktu itu bingung kok bisa? Ternyata situasinya, sekolah tidak memberi informasi yang jelas tentang kesehatan reproduksi, dan mereka hanya mendapat informasi dari internet. Mereka saling menantang ketika sudah berhubungan dengan pacarnya, akan share di grup WA. Dan itu yang dikeluarkan siswa putri."

Pengalaman ini menekankan betapa pentingnya pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi oleh remaja dengan disabilitas, orang tua, guru, dan pendamping. PKBI DIY sebagai salah satu lembaga yang bergerak dalam isu kesehatan reproduksi memiliki peran penting dalam memberikan edukasi ke sekolah-sekolah.



Cek Kesehatan Gratis

Sebagai bentuk nyata komitmen PKBI DIY dalam melayani masyarakat, kegiatan ini juga mengadakan cek kesehatan gratis bagi masyarakat Mergangsan dan sekitarnya. Ini adalah langkah konkret untuk memperkuat solidaritas dan menunjukkan dedikasi PKBI dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan reproduksi.

Dedikasi PKBI selama lebih dari lima dasawarsa terhadap kesehatan perempuan telah menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan memperluas pemahaman tentang kesehatan reproduksi secara menyeluruh. Selain berkontribusi dalam upaya penurunan stunting dan angka kematian ibu, PKBI juga menjadi pelopor berdirinya BKKBN dan aktif dalam layanan kontrasepsi.

Melalui diskusi ini, PKBI DIY berharap dapat menilik kembali kerja-kerja baik yang telah dilakukan bersama dan menguatkan komitmen untuk terus mengupayakan kesehatan reproduksi di setiap sektor yang beririsan. Solidaritas yang ditunjukkan dalam acara ini mengingatkan kita semua bahwa perjuangan panjang atas upaya pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi belumlah tuntas. Ini adalah isu yang hadir di setiap lintas sektor, usia, dan pengetahuan, serta di setiap linimasa kehidupan kita sebagai manusia.



Sebagai masyarakat yang peduli, kita harus terus mendukung PKBI dalam perjuangan mereka untuk memastikan bahwa hak-hak kesehatan seksual dan reproduksi dihormati dan dipenuhi. Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesehatan reproduksi bagi seluruh masyarakat, terutama bagi kelompok yang terpinggirkan.

Jumat, 14 Juni 2024

Sekolah Alam Pacitan Terpilih Untuk 10 Penghargaan Sekolah Terbaik Dunia

Sekolah Alam Pacitan telah masuk dalam daftar 10 World's Best School Prizes (WBSP) untuk kategori environmental action . Sekolah Alam Pacitan adalah satu-satunya sekolah di Indonesia yang masuk dalam nominasi kategori ini.

Sekolah Alam Pacitan adalah sekolah pertama di Kabupaten Pacitan dengan pendidikan lingkungannya, yang bertujuan untuk memerangi krisis iklim dan melaksanakan pengajaran dan kegiatan pembelajaran terpadu berbasis alam, kearifan lokal, dan membangun karakter peduli lingkungan seluruh warga sekolah, dan hal ini telah menarik perhatian para juri World's Best School Prizes (WBSP).

World's Best School Prizes (WBSP), sebuah inisiatif dari T4 Education di Wales - Inggris, adalah penghargaan dunia di bidang pendidikan paling bergengsi. Penghargaan ini diadakan untuk berbagi praktik terbaik sekolah yang mengubah kehidupan siswanya dan membuat perbedaan nyata bagi komunitasnya.

Sekolah Alam Pacitan memiliki konsep pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, eksploratif, dan berkarakter peduli lingkungan. Kepala Sekolah Alam Pacitan bapak Bangun Naruttama berpendapat, bahwa selain kegiatan belajar mengajar, pendidikan juga mempunyai peran penting sebagai agen perubahan, memiliki tanggung jawab untuk peduli terhadap lingkungan, memiliki peran bersama pemerintah dalam mengembangkan program pemerintah seperti kesehatan, lingkungan, budaya, pariwisata, ketahanan iklim, SDGs, dan nasionalisme.


Aksi lingkungan di Sekolah Alam Pacitan merupakan program komprehensif yang mencakup pengajaran dan pembelajaran berbasis dan terintegrasi pendidikan lingkungan, melibatkan seluruh warga sekolah, komunitas masyarakat bahkan pemerintah dalam setiap kegiatan berbasis pelestarian lingkungan, sampai pada kegiatan pembiasaan warga Sekolah Alam Pacitan yang membentuk karakter peduli lingkungan.

Upaya Sekolah Alam Pacitan dalam kegiatan peduli lingkungan ini telah banyak menorehkan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Sekolah Alam Pacitan sudah menjadi sekolah adiwiyata mandiri pada tahun 2017 dan termasuk salah satu sekolah berketahanan iklim di Indonesia. Penghargaan Asia Tenggara yaitu juara 1 dalam kegiatan waste hero yang diadakan oleh SEAMEO Japan Award dan aksi lingkungan terbaik dalam mengatasi global warming yang diadakan oleh British Council Inggris.



Sekolah yang dipilih oleh World's Best School Prizes (WBSP) akan diundang untuk berbagi praktik terbaik mereka melalui acara di aplikasi Komunitas T4 atau Perangkat Transformasi Sekolah yang menampilkan “saus rahasia” mereka pada pendekatan inovatif dan petunjuk langkah demi langkah tentang bagaimana sekolah lain dapat meniru metode mereka untuk membantu meningkatkan pendidikan dimana-mana.

Kamis, 11 April 2024

Bethesda Fun Run, Ajak Masyarakat Sehat dengan Olahraga Lari

 YOGYAKARTA - Untuk kali pertama, Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta menggelar event lari bertajuk Bethesda Fun Run 2024 yang akan diselenggarakan 26 Mei mendatang bertepatan dengan HUT ke-125. Event yang digelar untuk mengajak masyarakat bergaya hidup sehat ini diharapkan bisa mengundang ribuan pelari dari berbagai daerah untuk hadir merasakan rute 5K dan 10K di Kota Yogyakarta. 

Direktur Utama RS Bethesda Yogyakarta, dr Purwoadi Sujatno Sp. PD MPH mengatakan tahun ini rumah sakit yang berada di Jalan Jendral Sudirman Kota Yogyakarta sudah berusia 125 tahun dengan pengabdian dari generasi ke generasi masyarakat. Selain berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mengobati yang sakit, Bethesda ingin mengajak sesama untuk hidup sehat dengan berolahraga. 



"Alasan ini yang kemudian menginisiasi kami untuk membuat Bethesda Fun Run 2024, yang harapannya bisa mengajak ribuan pelari dari berbagai usia untuk ikut dan hidup sehat. Olahraga lari saat ini sedang diminati, sehingga kami ingin menangkap momen ini untuk sekaligus mengenalkan Bethesda kepada masyarakat khususnya generasi muda," ungkapnya dalam konferensi pers, Senin (8/4/2024). 

dr Eddy Gunawan, Ketua Penyelenggara Bethesda Fun Run menambahkan dalam event Bethesda Fun Run, peserta akan diajak menjelajah rute 5 kilometer dan 10 kilometer di kawasan Kota Yogyakarta. Start dan finish akan mengambil lokasi di Jalan Sudirman yang kini menjadi salah satu kawasan ikonik dengan tampilan kekinian. 

"Target kami paling tidak ada 2 ribu peserta yang ikut berpartisipasi. Kami sengaja membuat event ini dengan harga terjangkau yakni Rp 150 ribu dan Rp 175 ribu, namun dengan kemasan yang baik dan fasilitas lengkap. Harapannya semua kalangan bisa menjangkau dan ikut sehat bersama," sambung dr Eddy. 

Di sisi lain Bethesda Fun Run akan menjadi ruang expo produk-produk rumah sakit yang dahulu bernama Petronella ini. Akan ada pula banyak edukasi hidup sehat dari dokter-dokter berpengalaman sebagai upaya preventif pencegahan penyakit. 

"Kami ingin anak-anak muda yang masih aktif juga aware dengan kesehatan, tidak harus menunggu sakit. Salah satunya dengan lari ini, bisa membudayakan gaya hidup sehat setiap hari," tandasnya. 

Sementara, Dian Isnawati, Race Director Bethesda Fun Run menambahkan meski dengan harga pendaftaran yang bisa dijangkau semua kalangan, namun event ini tetap memberikan banyak benefit untuk peserta. Para peserta baik 5K maupun 10K mendapatkan jersey, medali finisher dan refreshment. 

"Akan banyak juga doorprise menarik saat acara. Kami ingin memberikan pengalaman berharga bagi para peserta, bagaimana berlari seru di rute asyik Kota Yogyakarta dengan start dan finish salah satu jalan protokol ikonik di Jogja," sambungnya.

Selasa, 02 April 2024

Kolaborasi dalam Menghadapi Krisis Iklim: PKBI Cabang Sleman dan Komunitas Disabilitas

Sleman, 31 Maret 2024 - PKBI Cabang Sleman telah menginisiasi sebuah langkah baru yang bertujuan untuk memberikan dukungan kepada komunitas disabilitas di Kalurahan Wonokerto, Turi, Sleman. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya yang dilakukan untuk mencapai keadilan iklim, khususnya bagi perempuan dan disabilitas. Sebagai bagian dari program ini, PKBI Cabang Sleman telah menyalurkan bantuan peralatan bengkel kepada komunitas disabilitas tersebut.



Krisis iklim yang sedang berlangsung tidak hanya berdampak pada lingkungan, namun juga menimbulkan krisis kemanusiaan yang serius. Peristiwa cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi telah mengakibatkan dampak langsung bagi kehidupan manusia. Krisis ini tidak hanya meningkatkan kerentanan kelompok rentan seperti komunitas disabilitas, tetapi juga memperparah kekurangan yang sudah ada dalam masyarakat. Contohnya, gagal panen akibat cuaca ekstrem dapat memperburuk kemiskinan di desa, sementara kelompok yang kekurangan akses air bersih semakin menderita akibat kemarau yang berkepanjangan.



Eko Wahyudi, pemerintah Kalurahan Wonokerto, menyampaikan harapannya, "Para disabilitas tidak boleh patah semangat, karena mereka memiliki kelebihan dan potensi yang dapat dikembangkan. Kami selalu menyediakan bantuan dari berbagai pihak dan pemerintah agar disabilitas dapat mandiri."



Direktur eksekutif PKBI Cabang Sleman, Ramadhani Tareq Kemal, menekankan pentingnya kolaborasi dengan komunitas disabilitas dan perempuan Wonokerto dalam menjalankan kegiatan bersama. "Situasi perubahan iklim harus diadaptasi dengan baik dan tidak boleh memperburuk keadaan. Salah satu inisiatif yang kami lakukan adalah pendirian bengkel terpadu ini untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses reparasi kendaraan bermotor secara rutin, terutama mereka yang memiliki kebutuhan spesifik seperti sepeda roda tiga," ujarnya.



Dukungan atas program ini juga datang dari Kadinsos Kabupaten Sleman Bapak Mustadi S.Sos, MM, yang menyatakan harapannya agar program ini memberikan manfaat yang nyata bagi komunitas disabilitas dan masyarakat secara keseluruhan. Pemerintah Kabupaten juga siap memberikan bantuan pasca pelatihan, termasuk bantuan modal, untuk pengembangan program ini.



Program ini melibatkan pemberdayaan berbagai kelompok rentan, termasuk kelompok disabilitas, melalui perlindungan sosial, rehabilitasi, dan pemberdayaan. Dinas Sosial akan terus memfasilitasi kelompok ini dan menggandeng Baznas untuk pengembangan lebih lanjut.


PKBI Cabang Sleman, bersama dengan komunitas disabilitas, berkomitmen untuk terus menjalankan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Upaya ini bukan hanya bagian dari strategi mitigasi dan adaptasi terhadap krisis iklim, tetapi juga sebagai peringatan bahwa krisis iklim adalah masalah kemanusiaan yang harus diatasi dengan serius

Sabtu, 02 Maret 2024

Novel Titian Tak Bertepi Karya Nadia Maharani

 Nadia Maharani, seorang gadis ber zodiak Sagitarius dari kota Yogyakarta, kelahiran 3 Desember 2004, saat ini sedang menuntut ilmu di Jurusan Ilmu Komunikasi Interansional di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Merupakan anak ke dua dari pasangan Ir. Bambang Widhyo Sadmo, MT dengan Rima Widiana yang menyalurkan bakat seninya di dunia menulis dengan menerbitkan novel perdananya yang berjudul Titian Tak Bertepi.



Nadia adalah merupakan adik dari Nabila Maharani, yang merupakan salah satu artis penyanyi yang banyak

dikenal masyarakat dengan beberapa single hitnya. Selama ini Nadia banyak dikenal sebagai konten creator di

media sosial, baik youtube, tiktok maupun instagram.

Bakat Nadia menulis sudah terlihat sejak masih duduk di bangku SMA dengan sering menulis cerita di diary

pribadinya, dan kegemarannya untuk bercerita.

Saat ini Nadia memulai untuk mendokumentasikan dan memvisualkan tulisan-tulisannya dalam bentuk novel

melalui support dari manajemen Trisna Indo Digital, akhirnya karya Nadia Maharani ini bisa dipublikasikan.



Dari sekian banyak tulisan yang pernah dibuat, untuk release pertama, Nadia memilih sebuah karyanya yang

berjudul Titian Tak Bertepi untuk diangkat menjadi sebuah novel, dan dikolaborasikannya juga dengan karya lagu

melalui support Nabila Maharani dan suaminya Tri Suaka dengan judul Titian Tak Bertepi yang release di channel

youtube Trisna Music, sebuah chanel youtube yang menyuguhkan karya-karya Tri Suaka dan Nabila Maharani.



“Selain dalam bentuk buku novel dan lagu, karya ini juga diangkat dalam sebuah short movie berjudul Titian Tak

Bertepi “ jelas Nadia Maharani saat jumpa pers di kantor Trisna Manajemen, tanggal 1 Maret 2024.

Novel dengan tebal 208 halaman ini adalah merupakan novel fiksi percintaan yang bercerita tentang dinamika

hubungan percintaan sepasang kekasih. Alur cerita yang dibangun cukup dapat mengaduk perasaan pembaca,

melalui penokohan karakter-karakter antagonis maupun protagonis serta penggambaran kejadian-kejadian seru

secara natural.



Secara umum, membaca novel ini terasa nyaman dan kita serasa terbawa ke sebuah alur cerita yang mengalir

sangat bagus. Dan banyak makna serta nilai yang terungkap dalam novel ini yang bisa menjadi pelajaran

kehidupan, sehingga sangat direkomendasikan bagi penggemar novel untuk membaca novel ini.

Nadia menambahkan bahwa makna dari Titian Tak Bertepi adalah penggambaran tentang jalan sebuah

perjuangan yang sangat berliku dan selalu menghadirkan dinamika yang seolah tanpa henti, dan hanya dengan

sebuah keyakinan bahwa di ujung jalan perjuangan tersebut terdapat cahaya terang berupa keberhasilan.

Novel ini diproduksi di tahun 2024 ini oleh CV. Trisna Indo Digital dan dapat dimiliki melalui beberapa digital

market yang ada.