Kamis, 19 September 2024

Eling lan Waspodo, Rawat Jagat di Kabupaten Pacitan

 Festival Rawat Jagat untuk ketuga kalinya digelar di Kabupaten Pacitan pada tanggal 21 September 2024 mendatang. Kegiatan kebudayaan yang diinisiasi oleh Yayasan Konsorsium Kangen Pacitan dan bermitra dengan Pemkab Pacitan ini bertujuan untuk melestarina seni dan tradisi di Pacitan, menjaga alam, lingkungan, serta untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat (UMKM).



"Menurut kami Pacitan perlu mencuri perhatian, dengan cara mengadakan event kebudayaan seperti rawat jagat ini dengan harapan banyak orang datang ke Pacitan yang secara tidak langsung akan meningkatkan pendapatan dan ekonomi masyarakat" Ujar Abdillah Yusuf dari Konsorsium Kangen Pacitan.

Sementara menurut Triyono (Seniman), rawat jagat itu event budaya yang digelar untuk melengkapi kegiatan kebudayaan yang telah ada di kab Pacitan,  sekaligus untuk mewadahi berbagai potensi masyarakat Pacitan yg belum sempat terpublis ke dunia luar.



"Rawat jagat juga menjadi sarana pembelajaran untuk generasi muda Pacitan agar mau peduli serta bisa menjaga,  merawat dan memperkenalkannya ke dunia luar" Ujar Triyono.

Lebih lanjut menurut Yusuf, kegiatan Rawat Jagat tahun 2024 ini temanya adalah "eling lan waspodo" sebagai upaya mengajak semua masyarakat di Pacitan dan masyarakat lainnya untuk menjaga keharmonisan kehidupan, menjaga alam dan lingkingan, sekaligus selalu waspada dengan segala kemungkinan ancaman bencana baik alam maupun sosial.



"Kami memilih tema eling lan waspodo dalam festival tahun 2024 ini, sebagai warisan dan ajaran penting leluhur agar kita selamat dari segala marabahaya." Dengan ruang budaya ini bagi anak-anak sekolah yang akan tampil merupakan aplikasi dari kurikukum merdeka. Sehingga ekspresi seni dan budaya mendapatkan ruang yang semestinya. Kata Yusuf.

Dalam kesempatan yang terpisah, Indrata Nur Bayuaji selaku Bupati Pacitan menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada segenap panitia dari Konsorsium Pacitan yang telah konsisten menggelar kegiatan Rawat Jagat dengan semangat gotong-royong, dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat.



"Kami sangat memberikan apresiasi atas konsistensi Konsorsium Kangen Pacitan menyelenggarakan kegiatan Rawat Jagat sebagai sarana pelestarian seni, tradisi, dan budaya di Pacitan." Kata Indrata Nur Bayuaji.

Salah satu hal yang menarik dari rawat jagat tahun 2024 ini adalah adalah menghidupkan kembali seni tradisi yang jarang dipertunjukan, berupa tari keling dari dusun Batu Lapak, Kali Pelus yang hampir punah. Tari keling ini akan ditampilkan dalam rawat jagat.



Bupati Pacitan itu juga menyatakan bahwa rawat jagat merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat dan karunianya bagi bumi Pacitan. Iaberharap kegiatan Rawat Jagat bisa memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan berbagai usaha kecil dan menengah dalam kegiatan rawat jagat.

"Silahkan datang ke Pacitan tanggal 21 September 2024 mendatang, dan selamat menikmati aneka seni pertunjukan dan tradisi kami." Kata Indrata Nur Bayuji kepada media.

Sabtu, 07 September 2024

68 Film Pendek Pelajar Indonesia Memaknai “Tepa Salira” di FFPJ XV – 2024

 


Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) kembali diselenggarakan untuk yang ke-15 di tahun 2024. Panitia mengangkat tema ‘Tepa Salira’. Kata Tepa Salira menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah dapat merasakan (menjaga) perasaan (beban pikiran) orang lain, sehingga tidak menyinggung perasaan atau dapat meringankan beban orang lain. Arti lainnya adalah tenggang rasa dan toleransi.

Tepa Salira penting untuk terus digaungkan, dipraktikkan dan dirawat dalam berbagai kesempatan. Sifat tepa salira, tenggang rasa, toleran dan semacamnya, akan menjadi bagian penting bagi hubungan harmonis antarmasyarakat Indonesia yang multikultur. Segala perbedaan akan dihadapi sebagai berkah, anugerah dan kekuatan untuk meneguhkan keindonesiaan, dan secara lebih luas kebaikan kemanusiaan serta alam raya.

“Panitia berharap teman-teman pelajar SMA/SMK/MA/setara yang berpartisipasi di FFPJ mencoba lebih mengenal-memahami Tepa Salira dan mewujudkannya dalam bentuk film pendek. Dalam proses penggarapan karyanya, para pelajar juga diharapkan menerapkan Tepa Salira,” kata Rahmi Yulianita, Direktur Eksekutif FFPJ XV – 2024.

Rahmi menambahkan, partisipan FFPJ kali ini, khususnya yang mengikuti Program Kompetisi Nasional, jumlahnya 68 film pendek. Jenis fiksi 47 karya. Dokumenter 16 karya. Film eksperimental 5 karya. Karya-karya dikirim dari berbagai sekolah-daerah. Di antaranya Aceh, Lampung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, Banten, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.  Seluruh karya saat ini dalam proses seleksi-kurasi dan hasilnya akan diumumkan di website www.filmpelajar.com.

Kompetisi Nasional merupakan salah satu program di FFPJ XV – 2024. Program lain yang disiapkan adalah Pemutaran Film Keliling Sekolah/Komunitas, Apresiasi Seni, Seminar, Workshop, Temu Komunitas, Temu Pendidik dan Penganugerahan Karya Terbaik. Pelaksanaannya berkolaborasi dengan berbagai pihak.

“Pelaksanaan program taun ini diselenggarakan mulai 23 September. Kemudian acara puncak di tanggal 5-6 Oktober. Panitia bermitra dan mendapat dukungan beberapa pihak. Di antaranya Dinas Kebudayaan DIY, Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta, dan UNU Yogyakarta,” terang Rahmi.

FFPJ bertujuan memberi kesempatan kepada pelajar Indonesia menunjukkan hasil pemikiran, riset, dan refleksi sesuai tema festival dalam bentuk karya seni film pendek. Festival juga akan memilih dan menentukan karya terbaik sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Selanjutnya, karya terbaik akan di beri penghargaan. 

“Program kompetisi nasional adalah salah satu daya tarik di FFPJ. Harapannya tahun ini juga gayeng, di mana 67 karya akan diseleksi untuk mendapatkan Saraswati Award, Dewantara Award, dan Kelir Award. Tim panitia berusaha bekerja sebaik-baiknya agar program terlaksana lancar,” kata Rahmi. 

Festival Film Pelajar Jogja merupakan ajang kebudayaan tahunan yang digerakkan oleh para volunteer dari berbagai latar belakang sejak 2010. Festival ini didedikasikan untuk para pembelajar seni film, khususnya komunitas film pelajar Indonesia. Silaturahmi dan belajar bersama senantiasa dijaga di festival sederhana ini, baik untuk partisipan maupun para volunteernya. 

Yogyakarta, 12 Agustus 2024 | Kontak: 0818-465-787

Sinema Silaturahmi Memulai Perjalanan Menuju Acara Puncak FFPJ XV – 2024

 Program Sinema Silaturahmi atau Pemutaran Film Keliling kembali memulai perjalanannya menuju acara puncak Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) XV 2024. Kegiatan yang dilakukan adalah pemutaran film pendek terpilih dan sarasehan atau ngobrol santai di beberapa sekolah Yogyakarta, Sleman, Gunungkidul, Bantul dan Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sinema Silaturahmi dimulai Senin, 9 September dan berakhir Sabtu, 28 September 2024.

“Melalui Sinema Silaturahmi ini, diharapkan FFPJ terus tersambung dengan teman-teman pelajar yang menyukai seni film. Mungkin juga ada yang belum suka di awalnya, namun melalui program ini diharapkan terpantik untuk mengetahui lebih lanjut,” kata Rahmi, Direktur Eksekutif FFPJ XV 2024.

Sinema Silaturahmi yang pertama akan diselenggarakan di SMKN 7 Yogyakarta. Kemudian berlanjut ke SMAN 2 Wonosari Gunungkidul, SMAN 1 Jetis Bantul, SMK Diponegoro Depok Sleman, SMA Bumi Cendekia Sleman, MA Al Ichsan Nanggulan Kulon Progo, SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta dan SMA Praxis Sleman. Kegiatan di setiap sekolah akan diikuti oleh pelajar-siswa dengan jumlah sekitar 50 orang yang didampingi oleh Guru.

Karya-karya yang akan diputar dan diskusikan adalah film pendek pelajar nomine FFPJ XV 2024. Tidak semua nomine akan diputar karena keterbatasan waktu. Tim panitia memilih beberapa film pendek di tiap sekolah dan sampai dengan berakhirnya kegiatan seluruh karya dapat diapresiasi bersama-sama. Seluruh karya yang akan diputar memiliki kedekatan dengan tema “Tepa Salira”.


Sinema Silaturami merupakan awal dari rangkaian kegiatan yang disiapkan panitia FFPJ XV 2024. Program lainnya yang dalam proses persiapan dan pematangan adalah Apresiasi Seni, Kelas Ahli, Workshop, Bedah Karya, Temu Komunitas dan Penganugerahan Karya Terbaik (lanjutan program Kompetisi Nasional). Pelaksanaan seluruh program didukung dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.

“Tahun ini FFPJ didukung kembali oleh Dinas Kebudayaan DIY, Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta, UNU Yogyakarta, Pokdarwis Sri Keminut Imogiri dan lainnya. Selain itu juga para volunteer yang bekerja semaksimal mungkin agar festival terlaksana dengan baik,” kata Rahmi.



Sinema Silaturahmi diharapkan menjadi ajang pemanasan sebelum pelaksanaan acara puncak FFPJ XV yang akan diselenggarakan 4-6 Oktober di Desa Wisata Sri Keminut, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selasa, 06 Agustus 2024

KOTABARU HERITAGE FILM FESTIVAL 2024

 

Yogyakarta, 1 Agustus 2024Komitmen Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta untuk pelestarian warisan budaya kembali hadir melalui Kotabaru Heritage Film Festival yang akan digelar pada tanggal 9-11 Agustus 2024 di Grha dan Lapangan SMA 3 Yogyakarta.

Diselenggarakan tiap tahun di Kawasan Cagar Budaya Kotabaru di Kota Yogyakarta, Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) adalah platform penting di Kota Yogyakarta yang menjadi titik temu perayaan warisan budaya melalui film. Festival ini dirancang sedemikian rupa untuk membentuk persepsi masyarakat masa kini dan masa depan melalui artefak dan arsip dari masa lalu.



Festival yang pernah sukses diadakan di tahun 2023 ini tidak hanya membidik audiens para pecinta film saja, namun juga masyarakat umum dengan hiburan yang membawa kita seakan masuk ke mesin waktu di era tahun 1960 hingga 1980’an. Adapun program yang akan dilangsungkan adalah : Pemutaran dan Kompetisi Film, Pameran Cerita Film “Sinema Berlabuh di Jogja”, Pasar Kobar, Sinema Berdansa, Public Lecture serta Lokakarya.

Warisan budaya selalu menjadi tongkat estafet antar generasi, ada yang terpelihara dengan baik meski banyak pula yang tidak. Film memainkan peran penting dalam menjaga dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya warisan budaya. Melalui film, upaya pelestarian ini tidak hanya memperkuat ikatan antara masa kini dan masa depan, namun juga membentuk warisan memori kolektif yang penting untuk dicatat.



KHFF menerima 171 karya film yang dipilih untuk berbagai program pemutaran termasuk kompetisi. Peserta meliputi pelajar, umum hingga Pemerintah Daerah dari seluruh Indonesia. KHFF tahun ini juga bekerja sama secara internasional dengan Thai Film Archive dari Thailand untuk memperkaya perspektif warisan budaya dari kawasan Asia.

Setiap film yang masuk seleksi masing-masing menawarkan pandangan unik tentang warisan budaya. Dari semua karya yang masuk, kami mendapatkan pelajaran berharga : warisan budaya tidak pernah tumbuh dalam isolasi, melainkan selalu berkembang melalui keterbukaan dan interaksi.

Minggu, 28 Juli 2024

Kagumi Perubahan Malioboro, Puluhan Warga Kirim Surat dan Kartu Pos ke Disbud Kota Jogja

Perubahan wajah kawasan Malioboro pasca penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) beberapa tahun terakhir nampaknya mengundang kekaguman masyarakat dan wisatawan. Pengalaman yang berkesan selama berada di ikon Kota Yogyakarta bahkan mereka tuangkan dalam surat dan kartu pos yang mereka kirimkan ke Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. 



Pengirim pesan terbubuh cap pos Jakarta atas nama Juan.  menyampaikan "Setiap bawa rombongan ke Jogja, selalu minta ke Malioboro. Bangga dengan Malioboro yang selalu bersolek secara dinamis. Tetap memegang teguh nilai-nilai luhur Kota Yogya lintas generasi. Tabik!".


Hal senada disampaikan pengirim yang menyebut irinya seseorang yang pernah tinggal di Jogja. Pengirim kartu pos ini menyampaikan "Bagiku, nama Malioboro menjadi tempat yang paling iconic untuk Yogyakarta. Banyak cerita terekam di sepanjang sudut indahnya. Meskipun wajah Malioboro selalu bertransformasi, tetapi rasa yang sama selalu menggetarkan hati. Hiduplah selalu Malioboro. Dalam Kota Jogja dalam hati kita."




Sedangkan pengirim atas nama Annisa menyampaikan "Jajan Lesehan di Teras Malioboro". 


Pengirim kartu pos atas nama Na mengungkapkan "Hi, Malioboro. Apa kabarmu hari ini ? Terimakasih sudah menemaniku dari jaman SD. Kamu selalu jadi penghibur disaat suntuk meski cuman sekedar ngukur jalan. Tetaplah menjadi ruang yang dirindukan dan menyenangkan untuk semua. I love you full Malioboro."



Ghea Anissah Mahasiswa UGM menuliskan pesan "Jogja tanpa Malioboro bagai  langit tanpa bintang kurang satu, tak sempurna"


Sementara Surat dari Andi terkirim dari Banyuraden mengungkapkan "Tidak pernah bosan untuk jalan-jalan di Malioboro. Apalagi malem. Suasananya itu ngangenin. Sekarang tampilannya lebih ciamik dan syahdu pol. Banyak tempat duduknya juga."


Mengetahui hal ini, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti cukup terkejut datangnya pesan secara bertahap dan  menyampaikan terimakasih pada warga yang sudah mengapresiasi penataan Malioboro sebagai kawasan Sumbu Filosofi. Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda oleh UNESCO, penataan Malioboro memang perlu dilakukan, termasuk pedagang yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Malioboro.


"Kami terus berbenah untuk Malioboro untuk meningkatkan pelayanan yang terbaik tentunya hal ini di butuhkan doa dan dukungan Masyarakat semua" pungkas Yetti Martanti. 

Minggu, 21 Juli 2024

Solidaritas untuk PKBI "Kesehatan Reproduksi Bagian Dari Saya dan Akan Kami Perjuangkan Selamanya"

 


Peristiwa penertiban paksa kantor Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) di Jalan Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 10 Juli 2024, menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat. Operasi yang melibatkan gabungan personel Satpol PP, TNI, Polri, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar, dan Dinas Perhubungan ini menunjukkan tindakan yang tidak mengindahkan sejarah panjang PKBI sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pertama yang mempelopori gerakan Keluarga Berencana (KB) dan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia.

Sejak didirikan pada tahun 1957, PKBI telah memainkan peran penting dalam mendirikan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan kini PKBI telah beroperasi di 26 provinsi dan 249 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Kejadian ini memicu berbagai reaksi, mulai dari empati dan dukungan hingga pertanyaan tentang konflik antara PKBI dan lembaga pemerintah terkait kesehatan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan diskusi ini, Ichsan Malik, Ketua Pengurus Nasional PKBI, dengan tegas menyatakan bahwa secara hukum, kantor PKBI itu statusnya non-executable. "Tidak boleh dieksekusi. Kenapa? Karena Depkes (Departemen Kesehatan) hanya memiliki hak pakai," ungkap Malik. Pernyataan ini menyoroti kesalahan prosedural dalam penertiban tersebut dan menggarisbawahi ketidakadilan yang dialami oleh PKBI.

Solidaritas dan Komitmen


Dalam diskusi publik bertema "Kesehatan Reproduksi Bagian Dari Saya dan Akan Kami Perjuangkan Selamanya" yang diselenggarakan oleh PKBI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai respons terhadap penggusuran tersebut, pentingnya solidaritas dan kolaborasi dalam upaya mempertahankan hak-hak kesehatan seksual dan reproduksi menjadi sorotan utama. Diskusi ini dihadiri oleh narasumber dari berbagai organisasi yang mendukung PKBI, termasuk Siklus Indonesia, SAPDA, LBH Yogyakarta, WALHI, dan P3SY.

Nurul Sa'adah dari SAPDA mengungkapkan sebuah pengalaman nyata mengenai pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi. "Pada tahun 2017, ada 17 anak SLB yang hamil bersamaan. Waktu itu bingung kok bisa? Ternyata situasinya, sekolah tidak memberi informasi yang jelas tentang kesehatan reproduksi, dan mereka hanya mendapat informasi dari internet. Mereka saling menantang ketika sudah berhubungan dengan pacarnya, akan share di grup WA. Dan itu yang dikeluarkan siswa putri."

Pengalaman ini menekankan betapa pentingnya pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi oleh remaja dengan disabilitas, orang tua, guru, dan pendamping. PKBI DIY sebagai salah satu lembaga yang bergerak dalam isu kesehatan reproduksi memiliki peran penting dalam memberikan edukasi ke sekolah-sekolah.



Cek Kesehatan Gratis

Sebagai bentuk nyata komitmen PKBI DIY dalam melayani masyarakat, kegiatan ini juga mengadakan cek kesehatan gratis bagi masyarakat Mergangsan dan sekitarnya. Ini adalah langkah konkret untuk memperkuat solidaritas dan menunjukkan dedikasi PKBI dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan reproduksi.

Dedikasi PKBI selama lebih dari lima dasawarsa terhadap kesehatan perempuan telah menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan memperluas pemahaman tentang kesehatan reproduksi secara menyeluruh. Selain berkontribusi dalam upaya penurunan stunting dan angka kematian ibu, PKBI juga menjadi pelopor berdirinya BKKBN dan aktif dalam layanan kontrasepsi.

Melalui diskusi ini, PKBI DIY berharap dapat menilik kembali kerja-kerja baik yang telah dilakukan bersama dan menguatkan komitmen untuk terus mengupayakan kesehatan reproduksi di setiap sektor yang beririsan. Solidaritas yang ditunjukkan dalam acara ini mengingatkan kita semua bahwa perjuangan panjang atas upaya pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi belumlah tuntas. Ini adalah isu yang hadir di setiap lintas sektor, usia, dan pengetahuan, serta di setiap linimasa kehidupan kita sebagai manusia.



Sebagai masyarakat yang peduli, kita harus terus mendukung PKBI dalam perjuangan mereka untuk memastikan bahwa hak-hak kesehatan seksual dan reproduksi dihormati dan dipenuhi. Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesehatan reproduksi bagi seluruh masyarakat, terutama bagi kelompok yang terpinggirkan.

Jumat, 14 Juni 2024

Sekolah Alam Pacitan Terpilih Untuk 10 Penghargaan Sekolah Terbaik Dunia

Sekolah Alam Pacitan telah masuk dalam daftar 10 World's Best School Prizes (WBSP) untuk kategori environmental action . Sekolah Alam Pacitan adalah satu-satunya sekolah di Indonesia yang masuk dalam nominasi kategori ini.

Sekolah Alam Pacitan adalah sekolah pertama di Kabupaten Pacitan dengan pendidikan lingkungannya, yang bertujuan untuk memerangi krisis iklim dan melaksanakan pengajaran dan kegiatan pembelajaran terpadu berbasis alam, kearifan lokal, dan membangun karakter peduli lingkungan seluruh warga sekolah, dan hal ini telah menarik perhatian para juri World's Best School Prizes (WBSP).

World's Best School Prizes (WBSP), sebuah inisiatif dari T4 Education di Wales - Inggris, adalah penghargaan dunia di bidang pendidikan paling bergengsi. Penghargaan ini diadakan untuk berbagi praktik terbaik sekolah yang mengubah kehidupan siswanya dan membuat perbedaan nyata bagi komunitasnya.

Sekolah Alam Pacitan memiliki konsep pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, eksploratif, dan berkarakter peduli lingkungan. Kepala Sekolah Alam Pacitan bapak Bangun Naruttama berpendapat, bahwa selain kegiatan belajar mengajar, pendidikan juga mempunyai peran penting sebagai agen perubahan, memiliki tanggung jawab untuk peduli terhadap lingkungan, memiliki peran bersama pemerintah dalam mengembangkan program pemerintah seperti kesehatan, lingkungan, budaya, pariwisata, ketahanan iklim, SDGs, dan nasionalisme.


Aksi lingkungan di Sekolah Alam Pacitan merupakan program komprehensif yang mencakup pengajaran dan pembelajaran berbasis dan terintegrasi pendidikan lingkungan, melibatkan seluruh warga sekolah, komunitas masyarakat bahkan pemerintah dalam setiap kegiatan berbasis pelestarian lingkungan, sampai pada kegiatan pembiasaan warga Sekolah Alam Pacitan yang membentuk karakter peduli lingkungan.

Upaya Sekolah Alam Pacitan dalam kegiatan peduli lingkungan ini telah banyak menorehkan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Sekolah Alam Pacitan sudah menjadi sekolah adiwiyata mandiri pada tahun 2017 dan termasuk salah satu sekolah berketahanan iklim di Indonesia. Penghargaan Asia Tenggara yaitu juara 1 dalam kegiatan waste hero yang diadakan oleh SEAMEO Japan Award dan aksi lingkungan terbaik dalam mengatasi global warming yang diadakan oleh British Council Inggris.



Sekolah yang dipilih oleh World's Best School Prizes (WBSP) akan diundang untuk berbagi praktik terbaik mereka melalui acara di aplikasi Komunitas T4 atau Perangkat Transformasi Sekolah yang menampilkan “saus rahasia” mereka pada pendekatan inovatif dan petunjuk langkah demi langkah tentang bagaimana sekolah lain dapat meniru metode mereka untuk membantu meningkatkan pendidikan dimana-mana.