Kamis, 22 Mei 2025

"Land of Koplo": Perayaan Musik Koplo Pertama Bernuansa Pantai di Stadion Kridosono 24 Mei 2025

 


Yogyakarta, 1 Mei 2025 — Yogyakarta bersiap menyambut sebuah gebrakan baru di dunia hiburan tanah air. Land of Koplo, perhelatan musik koplo berskala besar pertama dengan konsep unik dan immersive, akan digelar pada 24 Mei 2025 di Stadion Kridosono Yogyakarta. Diselenggarakan oleh Twenty Three Entertainment, acara ini hadir bukan hanya sebagai pesta musik, tetapi juga sebagai bentuk penebusan dan kebangkitan skena koplo lokal.



"Dulu saya pernah tertipu soal event koplo. Dari situ muncul ide kenapa tidak bikin event koplo sendiri? Ternyata saya bisa," ungkap Satria Yudha Bagaskara (Didot), founder Twenty Three Entertainment. "Saya ingin membalas kekecewaan itu dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap musik koplo."



Land of Koplo akan menampilkan line-up musisi kebanggaan Yogyakarta seperti NDX A.K.A, Ndarboy Genk, Damara De, Ngatmobilung, Wawes, Pendhoza, dan OM. Lorenza. Tidak hanya dari lokal, grup musik asal Jakarta, Robokop, yang dikenal lewat perpaduan musik Jawa dan EDM serta popularitas mereka di media sosial, juga akan meramaikan panggung.



Lebih dari sekadar konser, Land of Koplo menawarkan pengalaman yang belum pernah ada sebelumnya. Stadion Kridosono akan disulap menjadi "pantai di tengah kota", lengkap dengan lapangan voli pasir, mural bus photobooth, area F&B tematik, serta layar raksasa interaktif yang memungkinkan penonton berkomunikasi secara langsung selama acara berlangsung.

"Kami ingin menyatukan musisi, label, dan pegiat musik Yogyakarta dalam satu panggung. Ini juga jadi momentum untuk membangkitkan kembali nama-nama lama seperti Pendhoza yang dulu sering menemani masa sekolah kita," tambah Didot.

Dengan target penonton 15.000 orang dan kapasitas venue hingga 18.000. Tiket dapat dibeli melalui Artatix atau Sakudutan (0858.7810.8081).

Ke depannya, Twenty Three Entertainment berencana mengembangkan konsep ini menjadi lebih luas lewat inisiatif Land of Music, membuka ruang untuk genre-genre lain dan memperkuat ekosistem musik lokal

Jogja Printing Expo 2025 21 – 24 Mei 2025 – Jogja Expo Center

 


Jogja Printing Expo 2025 resmi dibuka hari ini,21 Mei 2025, dan akan berlangsung hingga 24 Mei di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Diselenggarakan untuk pertama kalinya oleh Krista Exhibitions di Yogyakarta, pameran ini menjadi wadah strategis bagi pelaku industri untuk menampilkan transformasi teknologi, mendorong inovasi, serta memperkuat pertumbuhan sektor percetakan di Indonesia. Penyelenggaraan Jogja Printing Expo 2025 sekaligus mempertegas pentingnya Yogyakarta sebagai kawasan potensial untuk pertumbuhan industri grafika.



Daud D Salim, selaku CEO Krista Exhibitions, dalam sambutannya menyampaikan “Hadirnya Jogja Printing Expo 2025 di Yogyakarta menjadi wujud nyata komitmen Krista Exhibitions untuk membawa industri percetakan lebih dekat dengan pelaku kreatif, UMKM, dan pasar potensial di Yogyakarta, pameran ini dirancang sebagai wadah untuk menjalin koneksi, berbagi pengetahuan, dan memperkenalkan inovasi teknologi terkini. Kami percaya, kolaborasi yang terbangun di Jogja Printing Expo 2025 akan memperkuat daya saing industri percetakan nasional secara berkelanjutan” ungkap nya



Pameran Jogja Printing Expo 2025 ini terselenggara secara bersamaan dengan Jogja Food & Beverage Expo, Jogja Pack & Process Expo, dan Jogja All Tea Expo 2025, menciptakan sinergi antar industri yang saling terhubung mulai dari percetakan, pengemasan, makanan dan minuman, hingga sektor minuman teh. Kolaborasi ini membuka peluang bisnis baru dan memperluas jaringan usaha lintas industri yang saling mendukung.

Selama empat hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengeksplorasi berbagai teknologi terkini di dunia percetakan mulai dari digital printing, mesin cetak skala industri, teknologi finishing modern, hingga solusi berkelanjutan yang ramah lingkungan. Tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan inovasi, pameran ini juga berperan sebagai sarana pembelajaran dan jejaring, yang terbuka bagi pelaku usaha, UMKM, desainer grafis, penerbit, hingga institusi pendidikan. Tahun ini, Jogja Printing Expo 2025 melibatkan 27 peserta, termasuk 10 UMKM, dan menargetkan hingga 12.000 pengunjung dari berbagai kalangan industri.

Rangkaian pameran semakin semarak dengan hadirnya sesi-sesi seminar yang mengupas isu-isu aktual dalam industri grafika. PPGI (Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia) mengajak peserta menyelami dua topik kunci: “Prospek Bisnis Industri Berbahan Baku Kertas” dan “Prospek Bisnis Industri Kemasan”, mengulas dinamika rantai pasok serta inovasi produk dalam cetak modern yang terus berkembang. Sementara itu, HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) mengangkat tema “Peluang dan Tantangan UMKM di Era Artificial Intelligence”.Menutup rangkaian seminar, Printpack Magazine menyajikan wawasan mendalam lewat sesi “Bringing Smarter Future for Printing Packaging Products”. Business Matching menjadi salah satu program unggulan yang membuka ruang strategis bagi pelaku usaha di sektor percetakan untuk menjalin kemitraan baru. Melalui pertemuan yang dikurasi secara khusus, peserta memiliki kesempatan bertemu langsung dengan investor, distributor, hingga penyedia teknologi yang relevan dengan kebutuhan bisnis mereka.

Kesuksesan pameran makanan Jogja Printing Expo 2025 tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kamar Dagang Industri (KADIN) Indonesia, KADIN Daerah Istimewa Yogyakarta, Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGII), Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Jogja Chinese Art & Culture Center (JCACC), Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DIY.

Pameran Jogja Food & Beverage Expo, Jogja Pack & Process Expo, Dan Jogja All Tea Expo 2025

 


Pameran Jogja Food & Beverage Expo 2025 resmi dibuka untuk umum mulai hari ini, 21 Mei hingga 24 Mei 2025, di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, pameran berskala internasional yang diselenggarakan oleh Krista Exhibitions di Jogja Expo Center (JEC). Pameran ini diselenggarakan secara bersamaan dengan Jogja Food & Beverage Expo 2025, Krista Exhibitions juga menggelar tiga pameran industri lainnya, yakni Jogja Pack & Process Expo, Jogja All Tea Expo, dan Jogja Printing Expo 2025. Keempat pameran ini berlangsung pada 21–24 Mei 2025, menghadirkan sinergi antar sektor yang saling melengkapi, sekaligus menciptakan ekosistem terpadu bagi pelaku industri makanan, minuman, teh, pengemasan, dan percetakan.



Daud D. Salim, CEO Krista Exhibitions, dalam sambutannya saat membuka pameran menyampaikan, “Pembukaan Jogja Food & Beverage Expo 2025 hari ini merupakan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman di wilayah Yogyakarta. Pameran diselenggarakan sebagai wadah promosi, kolaborasi, dan pengembangan bisnis meliputi makanan, minuman, kemasan, hingga teh. Kami berharap pameran ini dapat memperkuat potensi lokal Yogyakarta agar semakin kompetitif di pasar nasional maupun global.”ungkapnya



Jogja Food & Beverage Expo 2025, Jogja All Tea Expo 2025 dan Jogja Pack & Process Expo 2025 hadir sebagai platform strategis untuk menampilkan berbagai inovasi, teknologi, dan tren terkini dalam industri makanan, minuman, pengolahan, dan kemasan. Pameran ini menjadi titik temu antara pelaku industri di seluruh rantai pasok mulai dari produsen bahan baku, manufaktur, distributor, hingga UMKM dengan pembeli potensial, mitra dagang, dan investor dari dalam maupun luar negeri.



Pameran ini menghadirkan lebih dari 150 peserta, termasuk 40 pelaku UMKM, yang menampilkan produk-produk unggulan dari sektor makanan, minuman, kemasan, hingga percetakan. Dengan target 12.000 pengunjung selama empat hari pelaksanaan, pameran ini menjadi etalase kekayaan kuliner Nusantara sekaligus ajang bertemunya inovasi industri dari berbagai penjuru dunia. Selama empat hari penyelenggaraan, pengunjung akan disuguhkan beragam program edukatif dan interaktif yang dirancang untuk memperkaya wawasan, mengasah keterampilan, serta membuka peluang kolaborasi bisnis lintas sektor. Salah satu program menarik adalah Bakat Boga Challenge, sebuah kompetisi memasak hasil kolaborasi dengan Association of Culinary Professionals (ACP), yang melibatkan 50 peserta dalam meracik kreasi kuliner berbahan lokal secara inovatif dan autentik.

Tak kalah menarik, Workshop Pastry & Bakery Culinary menghadirkan kelas praktis bersama chef profesional dengan topik aplikatif seperti Butter Cookies for Competition, Gelato Pastry untuk Bisnis, dan Chocolate Drinks. Program ini ditujukan bagi pelaku usaha, pemula, maupun pencinta kuliner yang ingin mengasah keterampilan pastry secara langsung. Bersamaan dengan itu, sesi Teh bersama Dewan Teh Indonesia (DTI) dan Asosiasi Teh Indonesia (ATI), serta Talkshow Kopi bersama DEKOPI. Selain itu, Cooking Demo Stage menampilkan aksi para chef ternama seperti Chef Yongki, Chef Achen, dan Chef Merry yang mendemonstrasikan resep andalan serta teknik memasak secara langsung, menciptakan pengalaman kuliner yang inspiratif dan informatif. Untuk memperdalam pemahaman industri, Seminar dan Workshop Industri mengupas tren pasar makanan dan minuman, inovasi bahan baku, strategi pemasaran digital, hingga praktik keberlanjutan yang relevan dengan perkembangan industri makanan dan minuman saat ini. Sesi Business Matching juga dihadirkan dan menjadi momen penting yang mempertemukan pelaku usaha dengan investor, pembeli potensial, dan mitra strategis dalam forum yang dirancang untuk menciptakan peluang kemitraan dan ekspansi pasar yang konkret.

Kesuksesan pameran makanan Jogja Food & Beverages Expo 2025 tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, KADIN Indonesia, KADIN Daerah Istimewa Yogyakarta, Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Dewan Teh Indonesia (DTI), Association of Culinary Professionals (ACP), Indonesian Pastry Bakery Society (IPBS), Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), serta berbagai institusi lainnya 

Selasa, 20 Mei 2025

Jogja Printing Expo 2025, 21 – 24 Mei 2025 di Jogja Expo Center Yogyakarta

 


Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada tahun 2025 diperkirakan akan menunjukkan tren positif. Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi provinsi Jawa Tengah akan tumbuh dalam kisaran 4,8% hingga 5,6% (year-on-year), lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi tahun 2024 yang berada di angka 4,7% hingga 5,5%. Pertumbuhan ini mencerminkan optimisme atas peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi, dan penguatan sektor industri pengolahan. Sebagai salah satu sektor penunjang industri manufaktur dan kreatif, industri percetakan di Jawa Tengah diprediksi akan ikut terdampak positif dari pergerakan ekonomi yang stabil dan terus bertumbuh ini.

Di sisi lain, bisnis digital printing secara global diproyeksikan tumbuh sebesar 9–12% setiap tahun hingga 2030, dengan nilai pasar yang mencapai USD 25 miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya permintaan dari berbagai sektor, seperti tekstil, kemasan, dan percetakan komersial. Tekstil printing, misalnya, diperkirakan tumbuh hingga 15% pada tahun ini, seiring melonjaknya tren fashion berbasis desain digital. Sektor kemasan juga menunjukkan performa kuat dengan lonjakan hingga 20%, terutama karena meningkatnya permintaan akan kemasan yang personal dan unik di industri e-commerce. Sementara itu, iklan luar ruang masih mencatat pertumbuhan stabil 7–8%, meski mulai bersaing dengan teknologi digital signage. Fenomena ini menunjukkan bahwa industri percetakan khususnya digital printing semakin relevan dalam ekosistem industri kreatif dan manufaktur, termasuk di wilayah seperti Jawa Tengah dan Yogyakarta yang memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di industri percetakan ini.

Untuk mendukung pertumbuhan industri percetakan nasional, Krista Exhibitions menyelenggarakan Jogja Printing Expo 2025 yaitu pameran industri percetakan pertama yang diselenggarakan di Yogyakarta. Pameran ini akan berlangsung pada 21–24 Mei 2025 di Jogja Expo Center (JEC), menjadi momentum strategis bagi para pelaku industri untuk menampilkan transformasi dan kemajuan teknologi yang membentuk masa depan industri percetakan di Indonesia.

Pameran ini diselenggarakan secara bersamaan dengan Jogja Food & Beverage Expo, Jogja Pack & Process Expo, dan Jogja All Tea Expo 2025. Sinergi keempat pameran ini menciptakan sebuah ekosistem industri yang saling terhubung mulai dari percetakan, pengemasan, makanan dan minuman, hingga sektor minuman teh yang membuka peluang kolaborasi antar sektor serta memperluas jaringan bisnis lintas industri.

ogja Printing Expo 2025 akan menampilkan berbagai inovasi terbaru di bidang digital printing, mesin cetak industri, teknologi finishing, hingga solusi percetakan berkelanjutan. Pameran ini dirancang sebagai platform strategis bagi pelaku usaha, UMKM, desainer grafis, penerbit, rumah produksi, hingga institusi pendidikan untuk menjelajahi teknologi terkini, membangun kemitraan bisnis, dan memahami tren global dalam industri percetakan.

Daud D Salim, CEO Krista Exhibitions, menyatakan bahwa “Jogja Printing Expo 2025 merupakan momentum penting bagi perkembangan industri percetakan di Yogyakarta. Diikuti oleh 27 peserta, di antaranya 10 UMKM dari industri percetakan. Selama empat hari penyelenggaraan, Jogja Printing Expo menargetkan kehadiran hingga 12.000 pengunjung, pameran ini menjadi platform strategis untuk menampilkan inovasi teknologi terkini sekaligus memperkuat sinergi antar sektor industri. Kolaborasi dengan Jogja Food & Beverage Expo, Jogja Pack & Process Expo, dan Jogja All Tea Expo memperluas peluang bisnis lintas industri dan mendukung pertumbuhan ekosistem kreatif yang berkelanjutan. Kami percaya pameran ini akan mendorong kemajuan industri percetakan nasional serta memperkuat posisi Yogyakarta sebagai pusat inovasi industri kreatif “ ungkap Daud D Salim

Selama pameran berlangsung, berbagai seminar menarik digelar seperti PPGI (Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia) mengajak peserta menyelami dua topik kunci: “Prospek Bisnis Industri Berbahan Baku Kertas” dan “Prospek Bisnis Industri Kemasan”, mengulas dinamika rantai pasok serta inovasi produk dalam cetak modern yang terus berkembang. Sementara itu, HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) mengangkat tema “Peluang dan Tantangan UMKM di Era Artificial Intelligence”.Menutup rangkaian seminar, Printpack Magazine menyajikan wawasan mendalam lewat sesi “Bringing Smarter Future for Printing Packaging Products”, membedah tren dan teknologi cetak kemasan masa depan yang siap bersaing di kancah global.

Lebih dari sekadar seminar, Jogja Printing Expo 2025 menghadirkan program Business Matching yang menghubungkan pelaku usaha, pemilik brand, penyedia teknologi, dan calon mitra bisnis potensial. Pertemuan yang dikurasi secara profesional ini menjadi momentum strategis untuk membangun kerja sama baru, memperluas jaringan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor grafika dan manufaktur kreatif. Seminar dan business matching ini menjadi wadah penting untuk mendukung industri percetakan dan pengemasan yang berkelanjutan dan adaptif.

Kesuksesan pameran makanan Jogja Printing Expo 2025 tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kamar Dagang Industri (KADIN) Indonesia, KADIN Daerah Istimewa Yogyakarta, Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGII), Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Jogja Chinese Art & Culture Center (JCACC), Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DIY.


Senin, 24 Februari 2025

Bersama Ambarrukmo Group, Vrata Hotel Siap Meramaikan Industri Perhotelan Di Yogyakarta

 


VRATA Hotel mulai beroperasi di bawah naungan manajemen Ambarrukmo Group di kuartal pertama 2025. Hotel bintang tiga ini memiliki sejumlah 69 kamar, dua ruang meeting, satu ballroom, satu restoran, kolam renang dan fasilitas parkir untuk kendaraan roda empat dan roda dua. VRATA Hotel berlokasi di Jalan Jogja-Solo KM 14, kalurahan Tirtomartani, kepanewon Kalasan, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tepat di tanggal 18 Februari 2025, VRATA Hotel melakukan soft-opening dengan mengundang stakeholders external seperti pimpinan daerah setempat, tokoh warga sekitar, media lokal, serta rekanan dan klien dalam kota. Dalam rangkaian acara ini, tamu undangan akan diberikan pemaparan tentang hotel serta melihat secara langsung kamar dan fasilitas yang tersedia. VRATA Hotel juga menjamu tamu undangan dengan sajian makan siang istimewa yang diolah oleh in-house Chef. Ambarrukmo Group secara resmi memulai perjalanan VRATA Hotel untuk meramaikan industri hospitality  Yogyakarta melalui beberapa tahapan proses dengan rancangan bisnis di masa depan yang lebih matang.


Nama VRATA memiliki arti yang diambil dari berbagai istilah linguistik, yang dapat ditarik kesimpulan menjadi “Pintu/gerbang pertama yang berdedikasi untuk menyambut tamu menuju keseimbangan, ketentraman dan harmonisasi Yogyakarta”. Terletak di area yang dikelilingi oleh situs-situs bersejarah Hindu-Budha, VRATA Hotel hadir dengan membawa nilai-nilai fundamental yang diturunkan dari para leluhur yang diaplikasikan ke dalam excellent service untuk para tamu yang hadir. Memiliki tujuan untuk meningkatkan pariwisata di area Yogyakarta timur, VRATA Hotel memiliki banyak rencana ke depan dalam bentuk promosi kamar maupun food & beverage. VRATA Hotel memiliki empat tipe kamar yakni Superior, Deluxe, Grand Deluxe dan Suite. Keempatnya dilengkapi fasilitas yang memadai sesuai dengan harga yang ditawarkan seperti room amenities, LED TV, hot & cold shower, air conditioning, WiFi, hairdryer dan lain-lain. Tamu dapat menikmati fasilitas balkon pada tipe Grand Deluxe dan Suite. Selain kamar, VRATA Hotel juga memiliki meeting room dan ballroom yang bisa menampung hingga 100 pax. Fasilitas tersebut sangat mendukung kebutuhan MICE (Meeting, Incentives, Conventions & Exhibition) para tamu. Paket meeting yang ditawarkan mulai dari halfday meeting hingga residential full board meeting. VRATA Hotel juga menawarkan paket intimate wedding yang sedang menjadi tren di beberapa tahun terakhir. “Ke depannya, VRATA Hotel juga akan meluncurkan paket-paket wisata menarik seperti bike trip mengelilingi Candi sembari belajar sejarah maupun special interest & wellness trip untuk mendukung program tersebut di Yogyakarta,” ujar ibu Aris Retnowati, Cluster General Manager Gramm Hotel by Ambarrukmo dan VRATA Hotel. Ambarrukmo Group yang memiliki sepak terjang hampir 20 tahun mengelola industri properti dan hospitality memiliki harapan besar dengan dibukanya VRATA Hotel terhadap dampak positif pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).




Sabtu, 08 Februari 2025

Pers Rilis Jazz Kotabaru 2025



Kotabaru menjadi penting dalam konteks historis perjalanan sejarah Kota Yogyakarta. Kawasan ini menjadi saksi perjalanan peristiwa-peristiwa penting. Pada masa kolonial menjadi milestone pembangunan kawasan hunian modern. Pada masa Jepang menjadi kawasan hunian dan aktifitas militer. Pada masa kemerdekaan kawasan ini tidak terlepas sebagai peran pendukung bagi Yogyakarta sebagai ibukota Republik. Beberapa bangunan di Kotabaru juga menjadi kantor lembaga negara pada masa kemerdekaan, seperti Kolase Ignatius yang menjadi kantor Kementrian Pertahanan, dan Museum Sandi yang pernah menjadi kantor Kementerian Luar Negeri. Kotabaru juga menjadi saksi atas perjuangan masyarakat Yogyakarta dalam mempertahankan kemerdekaan, terutama pada saat peristiwa Penyerbuan Kotabaru.



Jazz Kotabaru, yang awalnya bernama jazz syuhada mengambil nilai bersejarah itu sebagai filosofi untuk mengenang para pejuang dan pahlawan (syuhada) yang ikut memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia. Jazz Kotabaru lahir atas inisiatif beberapa pihak untuk mengenalkan kawasan bersejarah Kotabaru-Yogyakarta, sekaligus sebagai media perjumpaan berbagai ragam komunitas dengan latar belakang yang beragam (suku, agama, profesi, dan lainnya) untuk keharmonisan dan kehidupan yang inklusif di Kotabaru, Yogyakarta. Dalam perkembangannya Jazz Kotabaru berkolaborasi dengan komunitas dan kelompok di Yogyakarta seperti Anak Muda Masjid, Orang Muda Katolik, Remaja Gereja, Komunitas Mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, Pemerintah, dan Organisasi kemahasiswaan dari berbagai Kampus di Yogyakarta. 

Jazz Kotabaru menjadi peristiwa kebudayaan karena prosesnya yang mempertemukan beragam komunitas yang saling bekerjasama dengan semangat kesukarelawanan, memperkokoh keberagaman, dan kemanusiaan. Jazz Kotabaru tahun 2024 mengambil tema “Srawung” yang maknanya bukan sekedar perjumpaan, tetapi juga saling belajar dan berbagi inspirasi.

Pertunjukan musik jazz kotabaru 2025 ini berkolaborasi dengan Tour de’ Kotabaru yang menyelenggarakan serangkaian kegiatan sejak tanggal 8-9 Februari 2025. Pertunjukan musik itu sendiri akan dilangsungkan pada tanggal 8 Februari 2025, mulai pukul 18.00 sampai dengan selesai. Jazz kotabaru akan menampilkan sejumlah project dan  musisi dari Yogyakarta seperti ;  Verti Gong, No Brain, Sastromoeni, Padmana Band, dan Jazz Mben Senen.