Senin, 15 Desember 2025

FFH 2025: Festival Film Horor Pertama di Indonesia Digelar di Bibir Laut Pacitan




Pacitan, Jawa Timur - Komunitas Ruang Film Pacitan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Pacitan resmi menggelar Festival Film Horor (FFH) 2025, festival film horor pertama di Indonesia, pada Jumat, 12 Desember 2025, bertempat di Pantai Pancer Dorr, Pacitan. FFH 2025 diinisiasi oleh Garin Nugroho, sutradara Indonesia yang sudah malang melintang di Festival-Festival Internasional. Gelaran ini dihadiri lebih dari 1.000 pengunjung serta berhasil menyerap 285 film horor dari sineas di seluruh Indonesia. Tak heran jika FFH 2025 menjadi peristiwa yang bersejarah bagi Pacitan dan perfilman Indonesia.

Bersamaan dengan pembukaan di Pantai Pancer Dorr, FFH 2025 juga menggelar Workshop Keaktoran Film Horor di SMKN 1 Pacitan, dipandu oleh Whani Darmawan (pemeran, sutradara, dan sastrawan) dan Pritt Timothy (aktor senior). Kegiatan ini diikuti pelajar SMKN 1 Pacitan sebagai bagian dari upaya pengembangan talenta muda di bidang perfilman.

Tak hanya memutar film-film horor berkualitas dari hasil kurasi dan penilaian dewan juri, acara FFH 2025 juga berhasil menyulap suasana Pancer Dorr yang kental dengan nuansa romantis menjadi penuh dengan antisipasi dan serius. Bagaimana tidak? Angin laut Selatan yang bertiup kencang, ditambah semburat kemerahan senja kala, sukses memberikan kesan redup dan hening khas adegan-adegan misterius di film horor. Sementara itu, lampu-lampu yang dipasang temaram dan kursi-kursi yang ditata berjejeran secara rapat, memberikan kesan nostalgia akan suasana bioskop layar tancap di masa lampau.

Para tamu undangan dari berbagai latar belakang seperti seni, budaya, ekonomi kreatif, hingga institusi daerah dan luar daerah, juga mulai berdatangan. Acara pembukaan semakin meriah dengan alunan musik keroncong dari Keroncong Sinoman dan Keroncong Harmoni, menghadirkan nuansa nostalgia di tengah lanskap laut.

Menjelang malam, suasana Pantai Pancer Dorr berubah dramatis. Alunan musik keroncong dari Keroncong Sinoman dan Keroncong Harmoni mengiringi kedatangan tamu undangan dari berbagai latar belakang seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Sekitar pukul 19.30 WIB, arak-arakan pembukaan dimulai. Bupati Pacitan, jajaran pemerintah daerah, sineas, dan tamu undangan diarak bersama penari rontek dari Sanggar Pradapa Lokabakti yang mengenakan kostum hantu-hantu lokal.



Tak hanya rangkaian acaranya yang menarik, FFH 2025 juga kian istimewa dengan hadirnya sineas, kritikus, dan akademisi film profesional di Indonesia. Mewakili dari kalangan aktor, terdapat Siti Fauziah, pemeran Bu Tejo dalam Film Tilik. Ada pula perwakilan Sutradara Industri Film Indonesia, BW Purbanegara dan Hestu Saputra. Kemudian Sutradara, Pengkaji Film dan Dosen IKJ, Erina Adeline. Kritikus Film Nasional dan Dosen Binus, Ekky Imanjaya. Para dosen dan pengkaji film Novi Kurnia (UGM), Putri Nugrahaning (ISI Solo), Ardi Chandra (ISI Solo), dan Pius Rino (ISI Jogja). Hadir pula Inisiator dan penasihat festival Ong Hari Wahyu budayawan, seniman dan pengarah artistik film senior Indonesia.

Acara ini juga sukses digelar berkat dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, seperti Akhmad Yani dari JAFF Community Forum dan Setawijaya dari Omah Jayeng & Garin Art Lab, yang juga turut hadir dan intens dalam pembukaan festival sampai penyelenggaraan. Pun hadir Dennis Adhiswara, selaku Public Lecture FFH artis senior, dan produser film di Tanah Air.

Tak hanya dari pelaku industri film profesional, acara FFH 2025 juga dihadiri oleh tokoh berpengaruh di Pacitan seperti Efi Suraningsih, Kepala Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang juga bertindak sebagai dewan juri kategori film eksibisi. hadir

Direktur Festival FFH 2025, Idham Nugrahadi, menyampaikan sambutan pembukaan, disusul orasi video dari Garin Nugroho selaku Festival Board FFH 2025 yang menyampaikan apresiasi dan antusiasme atas terselenggaranya festival film horor pertama di Indonesia.  Garin menuturkan bahwa FFH tidak hanya acara festival yang berpusat pada pemutaran film saja, namun ada banyak makna dalam film horor yang sangat berkaitan erat dengan masyarakat dan budaya Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa keberadaan film horor menjadi pendukung terbesar dari industri perfilman Indonesia, dengan 70% film-film Indonesia adalah film horor.

“Festival Film Horor bukanlah sekedar festival tengtang film. Film horror merefleksikan berbagai aspek kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Dari masalah adat istiadat, foklor, legenda, religi-bahkan juga cara berpikir, bergaya hidup, dan bertindak dari masyarakat Indonesia. Terbukti jumlah film horor telah mencapai 70% dari (total) film Indonesia, dan tentu saja itu menjadi pendukung terbesar dari (industry) film Indonesia,” tutur sutradara film Kucumbu Tubuh Indahku tersebut lewat video sambutannya.

Selepas pengantar dan sambutan dari Garin Nugroho, acara pembukaan dilanjukan dengan peresmian festival oleh Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayu Aji, yakni dengan seremoni menyalakan api petromaks di tengah suasana panggung yang sengaja diredupkan. Prosesi seremonial ini menambah nuansa dramatis pada acara FFH 2025 itu.

Sebagai salah satu rangkaian acara inti pembukaan FFH 2025, ditayangkan juga film undangan “Pelabuhan Berkabut” produksi Kura Kura Film. Film horor berdurasi 17 menit ini tidak hanya menampilkan adegan-adegan seram yang sukses membuat senam jantung, namun juga mengangkat isu stunting, krisis ekologi, dan ketahanan pangan. Pemutaran film dilanjutkan dengan diskusi bersama Saka Guna Wijaya, perwakilan Kura Kura Film dan Putra Pacitan yang memiliki pengalaman profesional di industri perfilman Indonesia, untuk membahas bagaimana film bisa menjadi media kritik dan refleksi sosial budaya.

Menjadi yang pertama di Indonesia, FFH 2025 menjadi momentum penting yang menegaskan bahwa film horor tidak hanya memiliki fungsi hiburan saja. Namun, film horor dapat juga menjadi medium refleksi dan kritik sosial budaya. Dari bibir laut Pacitan, Festival Film Horor membuka ruang baru bagi sinema Nusantara untuk tumbuh, berani, dan berakar pada cerita kultur lokal.

“Perayaan film horor di Pacitan adalah perayaan untuk kita semua, perayaan untuk kita bisa mengerti bagaimana cara hidup, gaya hidup, bereaksi, dan bertindak masyarakat kita dalam berbagai aspek dalam kehidupan berbangsa ini,” jelas Garin Nugroho sebagai penutup video sambutannya.



Informasi Lebih Lanjut Dapat Menghubungi:

Basecamp Ruang Film Pacitan

Jl. AES Nasution No.2, Kuwarasan, Baleharjo, Kec. Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Kode Pos: 63511

Instagram: @ruangfilmpacitan

Kamis, 11 Desember 2025

Zio Sandi Luncurkan Turah Wani



Bisa menyanyi, punya suara merdu, namun juga jago olah raga khususnya sepak bola. Mungkin sekarang jarang ditemukan, atau kurang terekspose. Kedua keberuntungan itu ternyata dimiliki oleh Zio Sandi, remaja 15 tahun asal Sleman, Yogyakarta,

Sejak kecil Zio Sandi sudah suka olah raga sepak bola dan menyanyi. Kesukaannya dengan sepak bola dijalaninya dengan bermain bola dan sekarang tergabung di PSS Sleman U15. Akhir November 2025, Zio Sandi memulai debutnya di dunia tarik suara dengan mengeluarkan single perdananya yang berjudul "Turah Wani" yang diciptakan oleh Tomo Widayat.




"Turah Wani" menceritakan tentang hubungan asmara remaja yang lugu namun penuh tekad. Jika benar-benar sayang, namun tidak direstui orangtua, kita tetap harus berani memperjuangkan. Pesan yang disampaikan "Turah Wani" adalah sebagai laki-laki harus berani bertanggungjawab. Kalau suka sama anaknya, harus nembung dulu, minta izin dulu sama orantuanya, jangan main belakang atau sembunyi-sembunyi, itu tidak baik.

Kamis, 04 Desember 2025

Ayura Yosih menepati janji untuk merilis extended play



Ayura Yosih telah membuktikan keseriusannya bermusik usai merilis single perkenalannya pada Juni 2025 lalu. Kini, Ayura Yosih menepati janji untuk terus berkarya dengan merilis extended play atau mini album pertamanya.

Leisure berisikan 6 lagu, semuanya berbahasa Indonesia dan secara garis besar menggambarkan perjalanan emosional dari euforia saat pertama kali jatuh cinta, sampai kehancuran ketika perasaan itu dibunuh oleh realita.

Mini album 'Leisure' berisi enam lagu berjudul 'Mencarimu (Berkali-kali)', 'Ku Mau Kamu', 'Seperlunya', 'Tak Penting Lagi', 'Masih Di Sini', dan 'Ekspektasi'. Untuk single yang menjadi lagu andalan dari mini album ini, Ayura Yosih memilih lagu 'Masih Di Sini'.



"Lagu 'Masih Di Sini' adalah caraku menyampaikan, bahwa kadang kita terlalu sibuk berlari dan mengejar, sampai lupa caranya berhenti dan diam sejenak. Lagu ini adalah wujud pelukan kecil untuk mereka yang masih mencoba bertahan, bukan karena tak bisa pergi, tapi karena memilih untuk tetap bernapas atas nama rasa," jelas Ayura Yosih.

"Aku membuat ‘Leisure’ sebagai ruang napas, sebuah jeda dari segala hiruk pikuk pencarian diri dan luka yang sering tak sempat disembuhkan," jelas Ayura Yosih.

"Album ini lahir dari keinginan untuk memahami apa arti tenang setelah semua badai reda. Bukan tenang yang kosong, tapi tenang yang punya makna," lanjutnya Ayura Yosih.



Leisure adalah album tentang diam yang tak lagi sepi, tentang ketenangan setelah badai, yang akhirnya menemukan makna. Di antara kenyataan dan keinginan, ada ruang di hati yang belajar beristirahat tanpa lagi banyak pertanyaan. Ini adalah kelahiran self love dari penerimaan dan keikhlasan, bukan dari pelarian.

Lagu-lagu di Leisure menggambarkan titik di mana aku berhenti melawan rasa sakit dan mulai berdamai dengannya. Di sini, aku belajar bahwa penerimaan bukan tanda menyerah, melainkan cara paling lembut untuk mencintai diri sendiri" ujarnya.

Melalui lagu-lagu di dalamnya, Ayura Yosih ingin mengajak pendengar merasakan momen 'diam yang tidak lagi sepi', tempat di mana kita tak lagi sibuk mencari dan menjawab semua pertanyaan, melainkan cukup hadir dan bernapas. "Jadi album ini adalah bentuk perayaan kecil dari proses itu, lahirnya self love yang tumbuh bukan dari pelarian, tapi dari keikhlasan," tegas Ayura Yosih.


Untuk proses produksinya, mini album 'Leisure' digarap oleh Sasi Kirono sebagai produser musiknya. Lima lagu dikerjakan oleh Sasi Kirono dan satu lagu dipegang oleh Rimanda Sinaga juga sebagai produser musik.

Keseluruhan lagu dalam mini album 'Leisure' diciptakan oleh Ayura Yosih. Namun selain Sasi Kirono (Smarai) dan Rimanda Sinaga, lagu-lagu Ayura Yosih juga dibantu disempurnakan oleh Adiyatma Raharjo dan Awal Janardi sebagai penata musik. Proses akhir mixing dan mastering dikerjakan oleh Sasi Kirono di Satrio Piningit Studio.

Mini album 'Leisure' dirilis secara digital pada Jumat 28 November 2025. Selain format audio, materi mini album 'Leisure' juga akan tersedia format video lirik dan video klip. Khusus single andalan 'Masih Di Sini', video klipnya juga akan segera dirilis secepatnya di kanal YouTube Ayura Yosih.

Kamis, 30 Oktober 2025

8TUALLY dan PSM UGM Gelar Press Conference Eksklusif, Persembahkan Karya Musik Visual "Melodi Nusantara"



8TUALLY dengan bangga mengumumkan penyelenggaraan Press Conference Peluncuran Music Video (MV) "Melodi Nusantara". Acara puncak ini dilangsungkan di Hyatt Regency Yogyakarta pada hari yang penuh makna historis, Selasa, 28 Oktober 2025, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Perilisan ini menjadi momen penting bagi 8TUALLY untuk secara resmi memperkenalkan kolaborasinya dengan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UGM. Penyelenggaraan Press Conference ini bertujuan untuk memaparkan secara mendalam misi kultural dan nasionalisme yang dibawa oleh 'Melodi Nusantara', sebuah karya yang didedikasikan sebagai 'doa untuk persatuan' bangsa.

Mengambil momen Hari Sumpah Pemuda, 8TUALLY berkolaborasi dengan PSM UGM luncurkan Music Video "Melody Nusantara". Sebuah musik video menjadi sebuah interpretasi visual yang kuat akan 'Habis Gelap Terbitlah Terang' dan semangat Sumpah Pemuda. 



Sebuah karya yang didedikasikan sebagai 'doa untuk persatuan' bangsa, Melodi Nusantara bertujuan untuk memaparkan secara mendalam misi kultural dan nasionalisme.

 Peluncuran dilaksanakan dalam Press Conference Eksklusif di Hyatt Regency Yogyakarta pada hari yang penuh makna historis, Selasa, 28 Oktober 2025, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. 

Dalam acara tersebut dipertunjukan Live Performance "Melodi Nusantara" oleh PSM UGM sekaligus tayangan visual music video, untuk menonjolkan kekuatan vokal Paduan Suara Mahasiswa UGM. Hal ini bertujuan agar audiens dapat merasakan pengalaman dan emosi yang sama, ketika mendengar keindahan suara mereka selama proses kreatif berlangsung. sekaligus menjadi pemutaran perdana Music Video-nya yang dapat ditonton oleh masyarakat luas.



"Launching kali ini menjadi tantangan baru untuk kami, tentunya menyajikan pemutaran Music Video yang dibarengi dengan Live Performance paduan suara bukan hal yang mudah, tapi kami ingin menjawab tantangan itu di acara malam ini," ujar Lion Bagaskara,  dari 8TUALLY.

Visual Melodi Nusantara direpresentasikan melalui penggunaan busana adat dari berbagai penjuru Nusantara oleh anggota PSM UGM selama proses syuting berlangsung. Lokasi syuting yang dipilih adalah Balairung, sebuah bangunan bersejarah bagi UGM dan juga Yogyakarta, menambah kesan sakral dan historis di Music Video ini.

Puluhan anggota PSM UGM dengan baju adat Nusantara, berdiri hening sambil memegang lilin di tengah gelapnya Balairung.



"Gak nyangka sih dari awal berproses sampai hari ini, launching MV Melodi Nusantara, banyak kejutan yang kita rasain, mungkin karena ini juga pertama kalinya kami berkolaborasi dengan pihak diluar UGM, ternyata banyak banget keseruan selama prosesnya," ujar Kylian Tulus, dari PSM UGM.

Lagu "Melodi Nusantara" sendiri lahir dari kerinduan mendalam Rois Munandar, komposer lagu ini, akan keteduhan dan keasrian Indonesia di masa kecilnya. Lagu yang awalnya instrumental dengan judul "Melodies of Nusantara" dari Musik Latar Indonesia ini kemudian diperkuat dengan vokal PSM UGM untuk memperluas jangkauan pesannya.


"Melody Nusantara" sudah dapat dinikmati di kanal YouTube 8TUALLY dan seluruh platform musik online lainnya. (281025/25)


Senin, 15 September 2025

Rocket Padel Dibuka, Terinspirasi Dari Tiktok



 Awalnya mengenal Padel lewat TikTok. Banyak artis yang memainkannya, terlihat fun sekaligus menantang. Peluang bukan hanya kesehatan, tapi juga pariwisata, itulah yang melahirkan Rocket Padel di Yogyakarta

Olah raga Padel menjadi gaya hidup masyarakat urban. Olah raga raket perpaduan tenis dan squash sedang naik daun di Indonesia, klub-klub padel bermunculan, menggelar turnamen, latihan bersama, hingga pelatihan teknik. Jumlah lapangan Padel-pun tumbuh di mana-mana, tidak terkecuali di Yogyakarta.

Padel juga dikenal sebagai salah satu cabang olahraga modern dan kini menjadi magnet baru sport tourism, yang memadukan aktivitas fisik dengan potensi wisata. Banyak artis yang memainkannya, terlihat fun sekaligus menantang. 



“Awalnya saya mengenal Padel lewat TikTok. Banyak artis yang memainkannya, terlihat fun sekaligus menantang. Setelah mendalami, saya melihat potensi besar, bukan hanya dari sisi kesehatan, tapi juga pariwisata yang melahirkan Rocket Padel di Yogyakarta,” ujar Nurul Atik, pendiri Rocket Padel sekaligus CEO PT Rocket Chicken Indonesia.

Rocket Padel sendiri dibangun dengan standar internasional, menawarkan tiga lapangan indoor dengan pencahayaan LED, lounge nyaman, ruang ganti modern, toko perlengkapan resmi, kafe sehat, mushola hingga area parkir luas.

Konsep Rocket Padel tak hanya arena olahraga, melainkan juga ruang gaya hidup baru bagi komunitas, keluarga, dan wisatawan.



Peresmian Rocket Padel berlangsung meriah pada Sabtu (13/9) di Rocket Convention Sidomoyo, Godean, Sleman, dihadiri oleh tokoh penting seperti Bupati Sleman Harda Kiswaya dan RM Gustilantika Marrel Suryokusumo, Ketua PBPI DIY.

PBPI (Perkumpulan Besar Padel Indonesia) Yogyakarta sebagai induk olah raga Padel di Yogyakarta diresmikan setahun terakhir tetapi 2 atlet asal Yogyakarta berhasil lolos ke tahap seleksi Tim Nasional Padel Indonesia. Jika melangkah ke tahap berikutnya, mereka akan membela Indonesia di kancah internasional.

“Meski PBPI DIY baru berdiri setahun terakhir, kami sudah bisa mengirim atlet ke level nasional. Ini bukti bahwa Yogyakarta punya energi besar untuk mengembangkan padel. Yang dibutuhkan sekarang adalah ekosistem sehat agar olahraga ini tumbuh pesat,” kata Mas Marrel, sapaan akrab RM Gustilantika Marrel Suryokusumo.




Padel dijadwalkan menjadi salah satu nomor yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 dan Olimpiade 2032 di Brisbane, Australia.