Jumat, 12 Mei 2023

21 Sekolah Asisten Tenaga Kesehatan se-DIY Mengikrarkan Sumpah Bersama

Sebanyak 640 peserta sumpah dari 21 SMK Kesehatan se-DIY telah mengikuti acara sumpah bersama yang diadakan pada 10 Mei 2023 di Prima SR Hotel & Convention Sleman.

Acara ini diadakan setelah peserta telah mengikuti uji sertifikasi kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Asnakes Indonesia dan LSP Komunitas Farmasi Indonesia.



Peserta yang mengikuti sumpah ini memiliki kompetensi keahlian di bidang farmasi klinis dan komunitas, asisten keperawatan, dan teknik laboratorium medik. Sumpah ini dihadiri oleh beberapa pejabat pemerintah, termasuk Kepala Dinas Kesehatan DIY, Kepala Dinas DIKPORA DIY, dan Ketua MKKS.

Prosesi sumpah dilakukan oleh Ketua Umum Organisasi Profesi Persatuan Asisten Tenaga Kesehatan Indonesia (PATKESINDO) Dr. Gunarmi, SKM., M.Kes. dan Ketua Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Burhan, Amd. Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh khidmat.



Menurut apt. S.Ch. Ari Widiastuti, S.Si., M.Farm selaku Ketua Panitia acara Sumpah Bersama mengharapkan dengan mengikrarkan sumpah bersama ini, lulusan asisten tenaga kesehatan dapat siap bekerja pada dunia industri di bidang pelayanan kesehatan.

Acara ini menunjukkan komitmen para peserta untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam bidang yang mereka tekuni.

Selasa, 02 Mei 2023

Perpustakaan “BINATAMA PUSTAKA “ SMK Kesehatan Binatama Raih Akreditasi “A”

 Perpustakaan Binatama Pustaka SMK Kesehatan Binatama raih predikat A pada akreditasi perpustakaan dari Perpustakaan Nasional RI tahun 2022. Perpustakaan Binatama Pustaka dinilai telah memenuhi standar nasional perpustakaan sehingga mendapatkan predikat “A”. Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Dra. Monika Nur Listiyani, MM. menyerahkan sertifikat kepada Kepala SMK Kesehatan Binatama pada hari Rabu (29/03/2023) bertempat di ruang Auditorium Lantai 1 Gedung Grhatama Pustaka DPAD DIY. Pencapaian tersebut merupakan buah hasil dari usaha keras seluruh warga sekolah dan stakeholder yang sudah mendukung dalam memperbaiki dan memperbaharui sistem yang telah ada.


Pada kegiatan akreditasi perpustakaan, tim akreditasi mengirimkan dokumen barang bukti sesuai komponen akreditasi pada instrumen akreditasi. Selanjutnya, dilaksanakan penilaian di gedung arsip DPAD DIY pada Rabu (9/10/2022) berdasarkan dokumen barang bukti. Dokumen dinilai  secara langsung oleh bapak M. Ihsanudian, M.Hum selaku asesor dari perpustakaan nasional. 


Perpustakaan Binatama Pustaka telah berdiri sejak tahun 2013 dan telah disahkan pendiriannya oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY melalui SK Pendirian Perpustakaan Sekolah. Saat ini, Binatama Pustaka memiliki 2732 judul buku tercetak yang terdiri dari koleksi fiksi, nonfiksi dan referensi. Binatama pustaka juga memiliki beberapa pojok baca di lingkungan sekolah. Katalog koleksi Binatama Pustaka dapat diakses umum pada laman https://smkkesehatanbinatama.sch.id/binatamapustaka. Binatama Pustaka juga menyediakan layanan perpustakaan digital melalui aplikasi SMK Kesehatan Binatama yang dapat diunduh pada google play store dengan kata kunci SMK Kesehatan Binatama. 



Nuri Hastuti, S.P., M.K.M.  selaku Kepala SMK Kesehatan Binatama mengharapkan bahwa dengan keberadaan Perpustakaan Binatama Pustaka ini dapat memupuk dan menumbuh kembangkan minat serta bakat warga sekolah untuk membaca dan menulis sehingga dapat meningkatkan kemampuan literasi seluruh warga sekolah terutama peserta didik, memperkenalkan teknologi informasi, dan membiasakan mengakses informasi secara mandiri.



SMK Kesehatan Binatama terus mendukung upaya pemerintah dalam gerakan literasi sekolah. Salah satunya dengan menyediakan perpustakaan yang memadai. Oleh karena itu, Perpustakaan Binatama Pustaka terus berupaya untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan bagi pengunjung perpustakaan. Menyediakan ruang perpustakaan yang nyaman dan tenang serta sumber informasi yang memadai dan beragam, berupa buku tercetak dan sumber informasi digital berbasis internet. Tim perpustakaan juga terus berupaya meningkatkan kualitas dan keberagaman buku dan sumber bacaan untuk pemustaka.

Minggu, 19 Maret 2023

Joane Win Dan Cotton Candy Buat Penonton Chicago Menangis

Joane Win dan Cotton Candy membuat penonton menangis saat tampil di Chicago 14 Maret 2023. Regina Art dan Joane Win kembali mementaskan monolog Cotton Candy di Indonesian Cultural Center, Chicago Amerika Serikat.

Seperti halnya pada pementasan di  Meksiko dan New York, dengan penjiwaan karakter yang baik, Joane Win membawakan karakter tokoh Lisa sebagai penyintas kekerasan seksual secara mendalam, Joane Win kembali membuat beberapa penonton menangis terharu saat menonton pertunjukan tersebut.



Ted C. Fishman, jurnalis New York Times dan penulis buku bestseller yang sempat menjadi dosen tamu di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, menyatakan tema monolog Cotton Candy relevan dengan perjuangan para penyintas kekerasan seksual. “Cotton Candy mengangkat tema yang hebat dan berani, Joane Win juga pintar membawakan cerita sehingga dapat menggetarkan hati saya.”  ungkap Ted sesaat setelah pertunjukan dilangsungkan.

Tanggapan positif juga diberikan oleh Alicia Katrina Hartono, generasi ke empat dari Group Djarum yang kini sedang meneruskan pendidikan Manufacturing and Design Engineering di Chicago. “Ini kali pertama saya menonton monolog yang sangat intens, tema yang diangkat Cotton Candy juga sangat penting mengenai korban kekerasan seksual. Dan cara Joane Win dalam mengeksplorasi panggung saat menyampaikan cerita juga sangat efektif.”



Michelle Tedja seorang mahasiswi dari University of Illinois Chicago yang juga menjabat sebagai Vice President for Permias Chicago, menyatakan sangat suka dengan akting dan peran yang dibawakan Joane Win. “Pesan dan pelajaran yang disampaikan di monolog Cotton Candy sangat kuat, sangat ekpresif. Di Indonesia sering dengar banyak cerita tentang peristiwa kerusuhan saat itu, saya takut, dan mungkin tadi saat menonton saya jadi teringat lagi cerita-cerita itu jadi saya sempat menangis dan pergi keluar untuk menenangkan diri. Dan saya sangat suka dengan akting Joane Win.” 

“Saya sangat bangga bisa melihat seniman Indonesia di Chicago, pada bulan Maret ada International Women’s Day dan pas banget Cotton Candy mengangkat tema kekerasan seksual pada perempuan, sangat menarik untuk melihat perspektif dari sisi korban, apakah ada victim blaming dll. Dan saya juga merasa pesannya sangat powerful dan relate dengan pendidikan saya tentang bagaimana sistem keadilan bagi korban kekerasan seksual. Harapan saya ini bisa dilihat oleh penonton yang lebih luas, bisa melibatkan NGO atau aktivis perempuan di Chicago.” ungkap Jaclyn, Mahasiswi di Northwestern Pritzker School of Law, Chicago, USA.



Konsul Jenderal Republik Indonesia di Chicago yaitu Bapak Meri Binsar Simorangkir, sangat mendukung diadakannya Indonesia Monologue Night yang mengangkat sejarah dan nama Indonesia ke dunia Internasional.

Dalam Catatan Tahunan (Catahu) Komnas Perempuan tahun 2023 mencatat ada 457.895 kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Indonesia pada 2022. Angka ini menurun dibanding sebelumnya. Dalam kumpulan data tersebut, data laporan kekerasan terhadap perempuan di ranah negara meningkat tajam dari tahun sebelumnya.



Untuk itu sebagai seniman, Joane Win bersama Regina Art ingin mengambil bagian dengan terus menyuarakan tentang korban kekerasan seksual melalui karya seni pertunjukan monolog Cotton Candy. Karena para penyintas masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak dalam mendapatkan keadilan dan pemulihan.




Minggu, 12 Maret 2023

𝗥𝗲𝗴𝗶𝗻𝗮 𝗔𝗿𝘁 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝘁𝗮𝗺𝗽𝗶𝗹 𝗱𝗶 𝗞𝗼𝘁𝗮 𝗡𝗲𝘄 𝗬𝗼𝗿𝗸 𝘀𝗮𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹.

 Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day pada tanggal 8 Maret 2023 di kota New York, Regina Art kembali mementaskan monolog Cotton Candy, karya ini disadur dari Ruang Arumanis yang mengeksplorasi tema kekerasan seksual terhadap perempuan dalam suatu peristiwa kerusuhan.

Dalam kasus kekerasan seksual, perempuan masih menjadi kelompok  rentan mendapat kekerasan seksual. Pun, dalam proses penegakan hukum seringkali mengabaikan kesehatan mental para penyintas.





Pada pementasan Cotton Candy, karakter Lisa digambarkan tengah berjuang mengatasi traumanya di sebuah lembaga kesehatan mental, dengan fasilitas yang memadai ternyata tidak serta merta dapat menyembuhkan luka batin yang Lisa rasakan. Dan pada kenyataanya masih banyak korban kekerasan seksual yang tidak mampu menjangkau fasilitas kesehatan atau tidak mendapatkan pendampingan dari psikolog.


Dilansir dari website resmi International Women's Day tahun ini mengangkat tema Embrace Equity, yaitu memberi kesempatan dan dukungan bagi tiap perempuan sesuai dengan kondisi dan latar belakang tiap individu tersebut. 



"Kami berharap kisah Lisa ini dapat mendorong banyak pihak untuk lebih memberikan dukunganya bagi pemulihan mental korban kekerasan seksual, sesuai dengan kondisi masing-masing korban. Karena mereka butuh penanganan yang tepat, dan harapan hidup yang masih panjang." Ujar Joane Win setelah pementasan di Bowery Poetry, kota New York.


Dengan penjiwaan dan penguasaan panggung yang hebat, Joane Win berhasil menghantarkan pesan yang ingin disampaikan kepada para penonton. 



Seperti yang disampaikan oleh Noemi dari Broadway League Administrators "Saya sangat menyukainya, terasa sangat intens, saya dapat merasakan rasa sakit yang dia alami, saya merasa Joane Win seperti benar-benar mengalami kejadian tersebut pada saat dia tampil tadi." Ujar Noemi.

Hal yang sama disampaikan oleh Leo Rubenfien seorang penulis buku dan fotografer terkenal di kota New York "Pertunjukan yang bagus, Joane Win sangat berbakat dan bisa menampilkan semua momen secara bertahap, yang bagus untuk penampilannya, jadi saya sangat menikmatinya." 

Hadir pula Cathy, seorang perempuan Tionghoa yang kini berdomisili di New York, "saya sampai terbawa suasana dan menangis sedih, karena teringat kerabat saya yang jadi salah satu korban ditengah kerusuhan yang terjadi di Jakarta dulu." ujar Cathy.

Beberapa staff di KJRI New York pun turut memberi dukungan atas pementasan tersebut. Tampak hadir ibu Marlene, Bapak Bayu, dan Bapak Ilham selama pertunjukan berlangsung.



 "Pementasan dari Regina Art ini sangat bagus untuk mengenalkan karya sastra dari Indonesia, dengan penjiwaan yang baik kami sempat ikut emosional, pasti akan kami dukung lagi untuk pementasan berikutnya." Kata Marlene dari KJRI di New York.


Dukungan untuk Regina Art juga datang dari Aktivis Perempuan dan Produser Dokumenter tanah air yaitu Olin Monteiro.

Dalam keterangan tertulisanya Olin menyatakan bahwa seni dengan perspektif gender dan empati sangat penting untuk menyuarakan isu kekerasan terhadap perempuan dan mengangkat harkat bagi perempuan. Ruang Arummanis/Cotton Candy berkreasi dalam monolog yang dengan nyata menjadikan seni lebih bermakna dengan penampilan yang menggugah penonton sekaligus berpihak pada suara korban yang selalu ditekan oleh suara-suara dalam pusaran  gerak teknologi dan informasi di Indonesia yang kadang belum memperjuangkan kepentingan perempuan survivor. Semoga lebih banyak karya seni yang lantang menggali isu-isu perempuan seperti Ruang Arummanis/Cotton Candy.

Indonesia Monologue Night akan diadakan kembali di kota Chicago pada pekan mendatang, ikuti media sosial instagram Regina Art (@regina_artmedia)  untuk kabar terbaru.


 

Selasa, 28 Februari 2023

Regina Art dari Indonesia tampil di Kota Meksiko

 Bertempat di Re-Crea Teatro Mexico City, pada tanggal 25 Februari 2023 Regina Art menampilkan pementasan teater monolog dengan judul Cotton Candy dan berhasil sukses serta meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton. Pertunjukan monolog itu mengkisahkan tentang perjuangan korban kekerasan seksual dalam mengatasi trauma yang panjang dan stigma yang diterima dari masyarakat.  Joane Win dengan sangat apik dapat mengeksplorasi emosi dan menghidupkan karakter Lisa, sehingga penonton bisa menerima pesan yang ingin disampaikan.


"Ini adalah pengalaman pertama saya menonton monolog, dan ternyata sangat menarik. Cotton Candy mengangkat tema yang sensitif ya, dan berhasil dibawakan dengan baik oleh Joane Win. Saya sangat terkesan dengan pertunjukan ini. " Kata Angelia Hutabarat, warga Indonesia yang bekerja di Kota Meksiko.


Sementara itu, Horge seorang warga Kota Meksiko menyatakan bahwa aktris yang memerankan sosok Lisa sangat mendalami peran yang dimainkan

"Saya merasa seperti dibawa masuk ke dalam jalan cerita dan ikut merasakan kesedihanya. Ditambah dengan tata cahaya yang mendukung pementasan ini" Ujar Horge.

Duta Besar RI di Mexico Bapak Cheppy T. Wartono sangat mendukung kegiatan Indonesia Monologue Night, hal ini disampaikan kepada Joane Win dan tim Regina Art saat jamuan makan malam bersama para staff KBRI Mexico City. 

Pertunjukan monolog dengan durasi selama 60 menit oleh Regina Art dari Jakarta yang menampilkan aktris teater Joane Win itu  memberikan pemahaman dan kesadaran pada penonton tentang dampak yang dirasakan oleh korban kekerasan seksual.



Setelah pementasan berlangsung, Joane Win menyatakan bahwa di Indonesia, dalam Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2022 tercatat jumlah kekerasan seksual mencapai 4.660 kasus/tahun. Dimungkinkan kasus kekerasan yang tidak terlaporkan jauh lebih banyak. Karenanya, berbagai organisasi masyarakat sipil telah menyuarakan upaya penghentian kekerasan dan pelecehan seksual. Pengesahan atas Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS)  pada 12 April 2022 lalu semoga mewujudkan harapan bagi korban kekerasan seksual untuk mendapatkan perlindungan, keadilan hukum, dan hak pemulihan sebagai korban kekerasan seksual.

“Di Indonesia, sudah ada UU TPKS yang telah disahkan oleh DPR. Kami memberikan apresiasi terhadap para aktivis perempuan, masyarakat, pemerintah dan DPR yang telah mewujudkan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di Indonesia.” Kata Joane Win.

Regina Art, ikut mencoba mengambil peran dalam hal pencegahan kekerasan seksual melalui seni pertunjukan teater. Rencananya Cotton Candy akan kembali dipentaskan di Kota New York pada tanggal 8 Maret 2023, bertepatan dengan International Women's Day.

Jumat, 24 Februari 2023

Joane Win Mengekspresikan Kekerasan Seksual melalui Seni Pertunjukan Teater

 Joane Win yang tergabung dalam Regina Art, forum seni pertunjukan  asal Indonesia akan menampilkan pertunjukan monolog dengan tajuk Cotton Candy di Kota Meksiko dan New York. Karya ini disadur dari "Ruang Arumanis" yang pernah dipentaskan pada tanggal 24 Agustus 2022 lalu di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Ruang Arumanis menceritakan pergulatan tubuh dan jiwa seorang penyintas kekerasan seksual yang mengharapkan kesembuhan dan keadilan. Joane Win akan memerankan kembali sosok Lisa sebagai seorang penyintas kekerasan seksual. 



Melalui seni pertunjukan teater khususnya monolog, Joane berkisah tentang peristiwa kekerasan seksual yang kerap menimpa perempuan. "Pelecehan dan Kekerasan Seksual terhadap perempuan banyak terjadi, dan bisa menimpa siapa saja. Semua orang semestinya memiliki kesadaran dan penghormatan terhadap perempuan, dimanapun." Ujar Joane, aktris dari Regina Art.


Melalui media seni pertunjukan, Joane berupaya memperkuat kesadaran publik tentang masalah kekerasan seksual, serta menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM. Pementasan Monolog Cotton Candy akan mengekspresikan dampak jangka panjang yang ditimbulkan pada penyintas kekerasan seksual, masalah hukum dan stigma yang berkembang di masyarakat. 



"Kekerasan seksual adalah masalah yang serius. Oleh karena itu, kita semua dapat berpartisipasi dan saling mendukung dalam mengatasi masalah ini, baik sebagai seniman, aktivis, atau sebagai bagian dari masyarakat yang peduli, dan jangan biarkan korban merasa berjuang sendirian." Pungkas Joane Win dalam keterangan tertulisnya.


Pada tahun 2023 ini, Regina Art bekerjasama dengan KJRI di Meksiko melalui Indonesia Monologue Night,  menghadirkan dua orang seniman asal Indonesia dengan pementasan Monolog yang berjudul “Cotton Candy” oleh Joane Win, dan “Besok atau Tidak Sama Sekali” oleh Wawan Sofwan. Berbagai persiapan telah dilakukan, tim Regina Art telah berangkat ke Meksiko untuk melakukan pementasan pada tanggal 25 Februari 2023 jam 16.00 di Re-Crea Teatro Kota Meksiko, dan setelah itu akan menuju Kota New York, Amerika Serikat untuk persiapan pementasan pada bulan Maret 2023 mendatang.


Media Sosial : Instagram @regina_artmedia

Narahubung Regina Art : Leny (0812-9777-7060)

Kamis, 22 Desember 2022

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta Gandeng Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) Gelar Percepatan Vaksinasi Booster COVID-19 untuk Remaja di Yogyakarta

 

Yogyakarta, 21 Desember 2022 – Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Pemuda & Olahraga Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menggandeng Program Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) melalui Save the Children Indonesia dan PKBI DIY meluncurkan Program Percepatan Vaksinasi COVID-19 untuk remaja, khususnya di Gunungkidul dan Kulon Progo pada 20-21 Desember 2022. Secara khusus, kegiatan ini menyasar remaja berusia 18 tahun ke atas.



Menurut data dari Dinas Kesehatan DIY, persentase booster pertama untuk anak Sekolah Menengah Atas (SMA) hanya sebesar 5,6%. Rendahnya angka vaksinasi COVID-19 dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya sentra vaksin yang hanya terpusat di puskesmas dan rumah sakit, dengan intensitas minim, yakni hanya satu kali seminggu. Hal tersebut menyebabkan sulitnya bagi remaja usia sekolah untuk mengakses layanan vaksinasi di antara jadwal sekolah.

“Kami belum pernah melakukan vaksinasi dosis 1, 2, ataupun booster. Peserta didik sebelumnya mengikuti vaksinasi di layanan kesehatan yang disediakan. Kali ini, percepatan vaksinasi dan booster dilakukan di sekolah masing-masing,” ujar Basuki, S.Pd, M.Pd., Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Drg. Pembajun Setyaningastutie, M.Kes mengatakan, masih ada potensi gelombang peningkatan kasus COVID-19 akibat virus yang terus bermutasi. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terkait ekonomi dan pendidikan harus terus berjalan dan meningkat, terutama pada usia produktif dan para pelajar yang sebentar lagi harus meneruskan pembelajaran di bangku kuliah.



“Terima kasih kepada AIHSP, Save the Children dan PKBI DIY yang telah bersedia membantu Pemerintah Daerah DIY melaksanakan kegiatan vaksinasi COVID-19 dosis booster bagi remaja menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2023. Vaksinasi dosis booster ini diharapkan dapat membuat generasi muda tidak mudah terkena COVID-19 atau jika terkena hanya dengan gejala yang ringan dan tidak berakibat kematian,“  tutur  Drg. Pembajun Setyaningastutie, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sejak Agustus 2022, AIHSP melalui Save the Children Indonesia dan PKBI DIY mencatat, 5.059 vaksinasi COVID-19 inklusif telah didapatkan oleh masyarakat kelompok rentan di DIY, termasuk penyandang disabilitas, lansia, perempuan, dan masyarakat marjinal.

“Program vaksinasi COVID-19 merupakan program pemerintah sebagai salah satu upaya kita segera bebas dari pandemi. Bantuan dan dukungan dari berbagai pihak seperti AIHSP, Save the Children, dan PKBI DIY dalam percepatannya sangat dibutuhkan. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Harapannya ke depan makin banyak pihak yang berperan dan masyarakat juga semakin paham arti pentingnya pencegahan dan vaksinasi COVID-19,” kata Dr. Dewi Irawaty, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul.



Dalam wawancara terpisah, Budhi Hermanto selaku Direktur Eksekutif PKBI DIY menyatakan bahwa, kerja kolaborasi antara pemerintah dan berbagai organisasi ini untuk membantu percepatan penanganan pandemic covid 19 di Indonesia.

“Tentu kita semua berharap agar pandemi covid-19 ini segera berakhir. Upaya kami bersama pemerintah dan dukungan AIHSP-Save The Children adalah ikhtiar bersama untuk menghadapi pandemi yang faktanya masih terjadi di dunia.” Pungkas Budhi Hermanto.

Kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dapat mendorong percepatan dan penjangkauan vaksinasi COVID-19 sebagai bentuk komitmen untuk pulih bersama. AIHSP melalui Save the Children dan PKBI DIY mendukung Pemerintah DIY dalam percepatan vaksinasi COVID-19 kepada kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan kepala keluarga di Kulon Progo dan Gunungkidul.